RADAR JABAR - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Kamis (7/5) menyatakan bahwa pemerintah AS memberikan tenggat waktu hingga 4 Juli kepada Uni Eropa untuk memenuhi komitmen dalam kesepakatan perdagangan yang telah disepakati. Jika hal tersebut tidak dipenuhi, Washington mengancam akan menerapkan tarif impor yang jauh lebih tinggi terhadap blok tersebut.
Dirangkum dari laman Antara, Trump mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan yang “sangat baik” dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Melalui platform Truth Social, Trump mengatakan bahwa ia telah menunggu dengan sabar agar Uni Eropa menjalankan kewajibannya dalam perjanjian perdagangan bersejarah yang disepakati di Turnberry, Skotlandia. Ia bahkan menyebut kesepakatan itu sebagai salah satu perjanjian dagang terbesar yang pernah dibuat. Trump juga menegaskan bahwa Uni Eropa sebelumnya telah berjanji untuk menurunkan tarif menjadi nol persen sesuai isi kesepakatan tersebut. Karena itu, ia memberikan tambahan waktu hingga perayaan ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Namun, jika kesepakatan tidak dipenuhi, tarif terhadap produk-produk Uni Eropa akan segera dinaikkan ke level yang lebih tinggi. Selain isu perdagangan, Trump menyebut bahwa pembicaraannya dengan von der Leyen turut membahas berbagai topik lain, termasuk Iran. Namun, ia tidak menyinggung persoalan Ukraina secara khusus. Di hari yang sama, Bernd Lange menyampaikan bahwa Uni Eropa dan AS diperkirakan dapat menuntaskan perjanjian perdagangan bilateral dalam dua pekan mendatang. Sebelumnya, pada akhir Januari lalu, Parlemen Eropa memutuskan untuk menangguhkan ratifikasi perjanjian perdagangan Uni Eropa-AS setelah Trump mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menolak sikapnya terkait Greenland. Kemudian pada 1 Mei, Trump kembali mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 25 persen terhadap mobil dan truk asal Uni Eropa. Langkah tersebut diambil karena menurutnya blok Eropa belum memenuhi komitmen perdagangan mereka kepada Amerika Serikat.Trump Tekan Uni Eropa dengan Ancaman Tarif Tinggi Jelang 4 Juli
Jumat 08-05-2026,08:44 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Kategori :
Terkait
Jumat 15-05-2026,21:29 WIB
Trump Enggan Komentari Konflik Taiwan-China
Rabu 13-05-2026,16:37 WIB
AS dan China Perkuat Persiapan Jelang Pertemuan Trump-Xi Jinping di Beijing
Rabu 13-05-2026,16:19 WIB
AS Izinkan Sementara Tarif Global Trump Berlaku Selama Proses Banding
Selasa 12-05-2026,14:11 WIB
Trump Pertimbangkan Kembali Operasi Militer di Timur Tengah, Fokus pada Selat Hormuz
Senin 11-05-2026,20:25 WIB
Menkeu AS Scott Bessent Temui PM Jepang Jelang KTT Trump-Xi di Beijing
Terpopuler
Jumat 29-05-2026,11:57 WIB
Likuiditas dan Modal Tetap Kuat, BRI Optimistis Genjot Kredit UMKM di Tengah Ketidakpastian Global
Jumat 29-05-2026,16:05 WIB
UPI Gelar Pelatihan AR dan Generative AI untuk Dorong Pembelajaran Digital Guru SD di Sumedang
Jumat 29-05-2026,12:31 WIB
Idul Adha 1447 H, JNE Bagikan Ribuan Besek Daging Kurban dan Promo Spesial Pelanggan
Jumat 29-05-2026,16:33 WIB
Cicilan Ringan dan Banyak Bonus, BRI KKB The Elite Bikin Punya Kendaraan Impian Makin Mudah
Terkini
Jumat 29-05-2026,16:33 WIB
Cicilan Ringan dan Banyak Bonus, BRI KKB The Elite Bikin Punya Kendaraan Impian Makin Mudah
Jumat 29-05-2026,16:05 WIB
UPI Gelar Pelatihan AR dan Generative AI untuk Dorong Pembelajaran Digital Guru SD di Sumedang
Jumat 29-05-2026,12:31 WIB
Idul Adha 1447 H, JNE Bagikan Ribuan Besek Daging Kurban dan Promo Spesial Pelanggan
Jumat 29-05-2026,11:57 WIB
Likuiditas dan Modal Tetap Kuat, BRI Optimistis Genjot Kredit UMKM di Tengah Ketidakpastian Global
Kamis 28-05-2026,19:32 WIB