Menurutnya, bukan hanya Sungai Cisunggalah saja, tetapi ada beberapa kecamatan yang harus didorong dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.
"Tentu ini salah satu peluang dan momen waktu yang tepat menurut pendapat saya dengan adanya rakor forum pentahelix ini karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat yang sudah rutin terkena bencana," katanya.
KDS juga berencana melaksanakan penanganan banjir di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang dan Desa Sukamanah Kecamatan Rancaekek, yaitu melalui pengerjaan normalisasi sungai dan termasuk pembangunan embung-embung.
"Di Desa Sukamanah akan dibangun embung-embung pada lahan seluas 1,5 hektare, termasuk di Desa Tegalluar seluas 3,5 hektare akan dibangun embung-embung untuk penanganan banjir di wilayah tersebut," jelasnya.
KDS berharap melalui gerakan program pentahelix dalam penanganan banjir itu bisa memperlancar aliran air. "Melalui program pentahelix ini diharapkan bisa mengantisipasi masalah kebencanaan banjir di wilayah Solokanjeruk dan Majalaya," ungkapnya.
Terkait dengan rumah-rumah yang harus dibongkar dalam penanganan banjir Sungai Cisunggalah, Bupati KDS menegaskan, hari ini Satgas sudah turun ke lapangan.
"Pertama membuat surat peringatan dulu, kalau surat peringatan tidak diindahkan, mungkin nanti satgas akan melakukan pembongkaran secara langsung. Tentu kami dengan Disperkimtan akan meng-asesmen berapa rumah yang kira-kira perlu diperbaiki. Ini juga memerlukan APBD yang harus kita dorong untuk perbaikan," ungkapnya.
KDS menegaskan dalam pembongkaran rumah atau bangunan yang berdiri di atas badan atau sepadan Sungai Cisunggalah tidak ada kompensasi atau ganti rugi.
"Enggak ada (kompensasi atau ganti rugi) karena ini sifatnya seperti yang di Rancaekek untuk pelebaran aliran sungai ini kembali kepada tanah hakulah. Asalnya 8 meter, mohon dikembalikan lebar sungai itu 8 meter," ungkapnya.
KDS berharap masyarakat maupun para pengusaha dan pihak lainnya yang rela memperlancar program pentahelix ini menjadikan nilai ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aamiin yra.
Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Disperkimtan Kabupaten Bandung Enjang Wahyudin sebanyak 128 rumah yang menempati badan Sungai Cisunggalah.
"Yang tadinya lebar aliran sungai 8 meter, tinggal 3-4 meter. Masyarakat membangun rumah di badan sungai, bukan sepadan sungai lagi. Bagaimana untuk penanganan permasalahan ini. Itu menjadi permasalahan kita bersama dalam penanganan banjir," katanya.**