RADAR JABAR - Kegagalan mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran dinilai lebih berdampak negatif bagi Teheran dibandingkan Washington. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden AS, J. D. Vance, usai perundingan berlangsung.
Dilansir dari laman Antara, Vance menyebut belum tercapainya kesepakatan menjadi kabar buruk, terutama bagi pihak Iran. Ia menilai posisi Iran dalam situasi ini justru lebih dirugikan dibandingkan Amerika Serikat. Dalam perundingan yang digelar di Islamabad, Pakistan, Vance yang juga memimpin delegasi AS mengatakan bahwa pihaknya telah menunjukkan sikap cukup fleksibel selama proses negosiasi. Menurutnya, Washington sudah menyampaikan secara jelas batasan utama (garis merah) sekaligus ruang kompromi yang bisa dibahas bersama. Namun, ia menegaskan bahwa Iran memilih untuk tidak menerima syarat yang diajukan oleh Amerika Serikat. Keputusan tersebut dinilai menjadi penyebab utama gagalnya kesepakatan antara kedua negara. BACA JUGA:Iran Bantah Serangan Baru ke Negara Teluk Selama Gencatan Senjata dengan AS BACA JUGA:Donald Trump Desak Iran Hentikan Pungutan di Selat Hormuz Lebih lanjut, Vance menyampaikan bahwa AS masih berharap Iran memiliki komitmen jangka panjang untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Ia menekankan bahwa yang menjadi perhatian bukan hanya komitmen sementara, tetapi konsistensi dalam jangka panjang. Selain itu, Vance juga menyebut bahwa proposal yang diajukan oleh AS dalam perundingan tersebut merupakan tawaran final sekaligus yang terbaik. Ia menegaskan bahwa semua posisi dan batasan telah disampaikan secara transparan kepada pihak Iran. Meski demikian, Iran tetap memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut, sehingga perundingan belum menghasilkan kesepakatan yang diharapkan kedua belah pihak.Negosiasi AS dan Iran Berujung Buntu, Proposal Final Washington Ditolak
Minggu 12-04-2026,13:21 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Kategori :
Terkait
Rabu 24-06-2026,14:04 WIB
Prediksi Turki Vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: Lanjutan atau Akhir Mimpi Buruk Ay-Yildizlilar
Senin 11-05-2026,11:36 WIB
Iran Tolak Proposal Damai AS, Sebut Tuntutan Washington Terlalu Berlebihan
Sabtu 09-05-2026,10:35 WIB
Negosiasi AS-Iran Kabarnya Digelar Lagi Minggu Depan
Kamis 07-05-2026,14:00 WIB
AS dan Iran Hampir Capai Kesepakatan Awal untuk Akhiri Konflik dan Bahas Nuklir
Rabu 29-04-2026,23:35 WIB
AS Prioritaskan Iran, Perundingan Damai Rusia-Ukraina Terabaikan
Terpopuler
Jumat 03-07-2026,13:33 WIB
Biadab, Tiga Pelaku Cabuli Anak di Bawah Umur di Ciparay Bandung: Korban Digilir dan Dicekok Miras
Jumat 03-07-2026,19:46 WIB
Orang Tua Perlu Lebih Jeli, Ini Panduan Memilih Produk Nutrisi Anak yang Tepat
Jumat 03-07-2026,17:00 WIB
Polisi Selidiki Asal Usul Miras dan Obat Terlarang Dalam Kasus Rudapaksa di Ciparay Bandung
Jumat 03-07-2026,18:49 WIB
Kasus Rudapaksa di Ciparay Kabupaten Bandung, Camat Minta Penjual Miras dan Obat Terlarang Ditindak Tegas
Jumat 03-07-2026,16:12 WIB
Tenth Avenue Mall Perkuat Sistem Keselamatan Lewat Simulasi Bencana Bersama Damkar Kota Bandung
Terkini
Jumat 03-07-2026,19:58 WIB
BRI RO Bandung Hadirkan KPR Suku Bunga Berjenjang Mulai 4% Sebagai Solusi Kepemilikan Hunian
Jumat 03-07-2026,19:46 WIB
Orang Tua Perlu Lebih Jeli, Ini Panduan Memilih Produk Nutrisi Anak yang Tepat
Jumat 03-07-2026,19:15 WIB
Manfaatkan AI, Telkomsel Siapkan UKM Indonesia Naik Kelas hingga Go Global
Jumat 03-07-2026,18:49 WIB
Kasus Rudapaksa di Ciparay Kabupaten Bandung, Camat Minta Penjual Miras dan Obat Terlarang Ditindak Tegas
Jumat 03-07-2026,17:00 WIB