Negosiasi AS-Iran Kabarnya Digelar Lagi Minggu Depan
Negosiasi AS-Iran Kabarnya Digelar Lagi Minggu Depan--Antara
RADAR JABAR - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan berpotensi kembali berlangsung di Islamabad, Pakistan, paling cepat pada pekan depan.
Laporan Wall Street Journal pada Jumat (9/5) menyebut kedua negara bersama pihak mediator tengah menyusun nota kesepahaman satu halaman yang memuat 14 poin sebagai kerangka negosiasi selama sebulan guna mengakhiri konflik.
Berdasarkan sejumlah sumber, rancangan dokumen tersebut akan membahas program nuklir Iran, upaya meredakan ketegangan di Selat Hormuz, hingga opsi pemindahan cadangan uranium yang telah diperkaya ke negara lain. Meski begitu, beberapa isu penting masih belum menemukan titik temu.
Salah satu persoalan yang masih diperdebatkan adalah sejauh mana pelonggaran sanksi terhadap Iran akan diberikan. Perbedaan pandangan ini dinilai dapat menjadi hambatan dalam proses negosiasi.
Apabila pembicaraan menunjukkan perkembangan positif, periode awal perundingan selama satu bulan itu kemungkinan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Situasi di kawasan memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran. Konflik tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dan gas dunia.
Pada 8 April, Pakistan berhasil memediasi kesepakatan gencatan senjata. Namun, perundingan damai tahap pertama yang digelar di Islamabad pada 11 April belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu tertentu. Kendati demikian, sejak 13 April, AS disebut telah memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan perairan strategis tersebut.
Sumber: