Selat Hormuz Siap Dibuka, Iran Minta Kompensasi Dampak Perang

Senin 06-04-2026,20:00 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani

RADAR JABAR - Kantor Presiden Iran pada Minggu (5/4) menegaskan bahwa Selat Hormuz hanya akan kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran apabila sebagian pendapatan dari biaya transit dialokasikan untuk menutup kerugian akibat perang.

Wakil Bidang Komunikasi dan Informasi Kantor Presiden Iran, Mehdi Tabatabai, menyampaikan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut bergantung pada adanya kompensasi atas seluruh kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik yang disebutnya sebagai “perang yang dipaksakan”. Pernyataan itu disampaikan melalui platform media sosial X.

Dalam kesempatan yang sama, Tabatabai juga melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menilai Trump mengeluarkan pernyataan yang tidak rasional dan bernada hinaan karena diliputi rasa frustrasi dan kemarahan. Bahkan, ia menuduh Trump sebagai pihak yang memicu konflik besar di kawasan dan tetap membanggakannya.

 

BACA JUGA:Ultimatum Trump ke Iran: 48 Jam untuk Kesepakatan Nuklir atau Buka Selat Hormuz

BACA JUGA:Lalu Lintas Selat Hormuz Mulai Meningkat, Namun Masih Jauh dari Kondisi Normal

 

Situasi di wilayah tersebut memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran pada 28 Februari. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menyasar Israel, serta sejumlah negara seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS, dengan alasan sebagai bentuk pertahanan diri.

Selain itu, Iran juga memberlakukan pembatasan terhadap lalu lintas kapal yang melintasi Selat Hormuz.

 
 
Kategori :