RADAR JABAR - Pemerintah Australia mengambil langkah cepat dengan memangkas pajak bahan bakar secara sementara guna meredam lonjakan harga energi yang dipicu konflik di Timur Tengah. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anthony Albanese pada Senin.
Dalam pernyataannya, Albanese menjelaskan bahwa pemerintah akan menurunkan pajak bahan bakar hingga setengahnya selama tiga bulan.
"Kami akan mengurangi separuh pajak bahan bakar selama tiga bulan agar Anda bisa berhemat saat mengisi (bahan bakar)," ujar pernyataan tersebut.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat dapat menghemat pengeluaran saat membeli bahan bakar di tengah tekanan harga yang meningkat.
BACA JUGA:Iran Izinkan Kapal Pakistan Lewati Selat Hormuz di Tengah Ketegangan Timur Tengah
BACA JUGA:Prancis Kucurkan Rp1,2 Triliun untuk Redam Dampak Lonjakan Harga Energi Global
Kebijakan tersebut diperkirakan mampu menurunkan harga bahan bakar sekitar 26,3 sen dolar Australia atau setara kurang lebih Rp2.700 per liter. Program ini akan mulai berlaku pada Rabu, 1 April 2026, dengan total anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai sekitar 2,55 miliar dolar Australia atau setara Rp42,5 triliun.
Selain memangkas pajak, pemerintah juga akan melakukan penyesuaian terhadap biaya penggunaan jalan bagi kendaraan berat seperti truk. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban operasional di sektor transportasi dan logistik, yang turut terdampak oleh kenaikan harga bahan bakar.
Albanese menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk respons terhadap tekanan ekonomi yang sedang dirasakan masyarakat. Pemerintah berupaya menjaga daya beli warga sekaligus memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik.
"Kami membuat harga bahan bakar menjadi lebih murah saat ini, karena kami memahami warga Australia sedang berada di bawah tekanan yang serius," ujarnya.
Keputusan tersebut merupakan hasil dari pertemuan Kabinet Nasional bersama para pemimpin negara bagian dan teritori. Dalam pertemuan itu, disepakati empat poin utama dalam Rencana Keamanan Bahan Bakar Nasional Australia sebagai strategi menghadapi krisis energi.
BACA JUGA:Krisis Pasokan BBM di Inggris, Harga Melonjak Akibat Gangguan Global
BACA JUGA:Kanselir Jerman Ragukan Efektivitas Serangan AS-Israel terhadap Iran
Saat ini, pemerintah Australia telah memasuki tahap kedua dari rencana tersebut, yaitu menjaga stabilitas dan kelancaran kegiatan ekonomi. Meski demikian, pemerintah menilai masih ada waktu sebelum perlu mengambil langkah yang lebih ketat, seperti pembatasan distribusi bahan bakar.
Lonjakan harga energi global sendiri tidak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik. Pada akhir Februari lalu, terjadi serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.