Prancis Kucurkan Rp1,2 Triliun untuk Redam Dampak Lonjakan Harga Energi Global

Sabtu 28-03-2026,19:01 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani

RADAR JABAR - Pemerintah Prancis mengumumkan paket bantuan darurat senilai 70 juta euro atau sekitar Rp1,22 triliun guna melindungi sektor-sektor vital dari dampak fluktuasi harga yang dipicu konflik di kawasan Timur Tengah.

Bantuan ini difokuskan pada sektor transportasi, pertanian, dan perikanan, sebagaimana disampaikan dalam pernyataan resmi pemerintah yang dikutip dari Anadolu Agency pada Sabtu (28/3).

Para pejabat menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional serta mempertahankan kedaulatan pangan di tengah gejolak global.

Dalam rinciannya yang dilansir dari laman Antara, pelaku usaha kecil dan menengah di sektor transportasi darat akan mendapatkan porsi terbesar, yakni 50 juta euro. Bantuan tersebut diberikan melalui skema subsidi tetap sebesar 0,20 euro per liter bahan bakar.

Sementara itu, sektor pertanian akan memperoleh keringanan berupa pembebasan pajak solar selama satu bulan. Di sisi lain, industri perikanan mendapat alokasi dana sebesar 5 juta euro untuk membantu menutup biaya bahan bakar yang kini mencapai sekitar 35 persen dari total operasional.

Selain bantuan langsung, pemerintah juga menyediakan berbagai dukungan finansial tambahan, seperti penangguhan pembayaran pajak dan iuran jaminan sosial tanpa denda. Tidak hanya itu, tersedia pula fasilitas pinjaman bertajuk “Boost Fuels” hingga 50.000 euro bagi pelaku usaha kecil.

Seluruh kebijakan ini akan diberlakukan sepanjang April 2026 sebagai respons cepat terhadap situasi global yang tidak menentu.

Kenaikan harga energi sendiri dipicu oleh konflik bersenjata antara Iran dan aliansi Amerika SerikatIsrael yang telah berlangsung selama satu bulan.

Sejak akhir Februari, konflik tersebut telah menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa di Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke Israel serta sejumlah wilayah yang menjadi lokasi aset militer AS di Yordania, Irak, dan kawasan Teluk.

Situasi semakin memburuk setelah gangguan terjadi di Selat Hormuz sejak awal Maret. Jalur vital yang dilalui sekitar 20 juta barel minyak per hari itu mengalami hambatan distribusi, sehingga memicu kelangkaan pasokan dan lonjakan harga minyak dunia.

 
 
Kategori :