RADAR JABAR DISWAY - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat mengungkapkan dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara di Bandung Zoo (Kebun Binatang Bandung) mati akibat virus Panleukopenia.
Menurut Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, virus yang menjangkit kedua anak harimau berusia delapan bulan itu dikenal sangat berbahaya, khususnya bagi satwa muda.
“Secara umum keduanya terinfeksi Panleukopenia. Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” ucap Eri dikutip dari Antara Jabar, Jumat 27 Maret 2026.
Penanganan kedua anak harimau, kata dia, dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), BBKSDA, hingga tim medis dari kebun binatang.
BACA JUGA:Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, BBKSDA Jabar Tunggu Hasil Pemeriksaan
BACA JUGA:'Sabda' Google Status Kebun Binatang Bandung Buka, BKAD Beri Klarifikasi
"Berbagai upaya sudah dilakukan secara maksimal, namun hasil akhirnya berkata lain,” terangnya.
Lanjutnya, gejala yang muncul pada Huru dan Hara di antaranya muntah, diare, sampai darah pada feses, sebuah indikasi kuat infeksi virus yang menyerang sistem pencernaan dan imunitas.