Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Mati, BBKSDA Jabar Tunggu Hasil Pemeriksaan
Induk harimau benggala (Panthera tigris tigris) menjaga dua anaknya yang baru dilahirkan di Kebun Binatang Bandung, Bandung, Jawa Barat, Senin (18/8/2025).--ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
RADAR JABAR - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat (BBKSDA Jabar) mengonfirmasi kematian seekor anak harimau Benggala (panthera tigris) berusia delapan bulan di Kebun Binatang Bandung. Satwa tersebut diketahui bernama Huru.
Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi di Bandung pada Kamis.
“Betul (mati),” ujar Eri.
Ia menyampaikan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian anak harimau tersebut.
BACA JUGA:Kang DS Cek Kinerja Bapenda-BKAD, Targetkan PAD Dongkrak Pembangunan
BACA JUGA:Dukung Pemulihan Pasca Bencana Pasirlangu, LG Electronics Indonesia Gelar ‘Lebaran Sehat’
“Lengkapnya nanti ketika hasil sudah kami dapatkan,” katanya.
Menurut Eri, proses nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai satwa sudah dilakukan oleh tim dokter hewan. Namun, hasil lengkapnya belum dapat diumumkan karena masih dalam tahap analisis lebih lanjut.
Ia menegaskan bahwa BBKSDA akan menyampaikan informasi secara detail setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa dilindungi tersebut.
Sebelumnya, kabar duka juga datang dari kebun binatang yang sama, di mana anak harimau Benggala lainnya bernama Hara, yang juga berusia delapan bulan, dilaporkan mati lebih dulu pada Selasa (24/3). Hara dan Huru merupakan saudara kandung yang lahir pada 12 Juli 2025.
BACA JUGA:Kang DS, Halal Bihalal Tahun Ini Sederhana, Tapi Menjadi Penegasan Reformasi Birokrasi
BACA JUGA:BKAD Optimalkan Aset Daerah Untuk Dongkrak Pendapatan (TKD)
Keduanya merupakan anak dari pasangan induk jantan bernama Sahrulkan dan induk betina Jelita, yang menjadi bagian dari koleksi satwa di Bandung Zoo. Kasus kematian dua anak harimau ini kini menjadi perhatian, sembari menunggu hasil resmi dari pemeriksaan pihak berwenang.*
Sumber: