Gas di dalam sistem pencernaan juga bisa menyebabkan perut berbunyi. Gas ini bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi sebelumnya, minuman berkarbonasi, atau udara yang tertelan saat makan dan minum.
Saat usus bergerak, gas tersebut ikut terdorong melalui saluran cerna. Pergerakan gas di ruang yang relatif kosong saat puasa membuat bunyi yang dihasilkan menjadi lebih jelas terdengar.
BACA JUGA:Hadir di Tangerang, Lumina Counseling and Therapy Center Perluas Akses Layanan Kesehatan Mental
BACA JUGA:9 Kopi Paling Mahal di Dunia, Ada yang Harganya Jutaan per Cangkir
Kapan Perut Bunyi Perlu Diwaspadai?
Pada sebagian besar kasus, perut berbunyi saat puasa merupakan hal yang normal dan tidak berbahaya. Namun, kondisi ini perlu diperhatikan jika disertai gejala lain yang tidak biasa.
Sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis apabila bunyi perut disertai dengan nyeri perut yang hebat atau berlangsung lama. Selain itu, gejala seperti diare berat, sembelit parah, muntah terus-menerus, atau perut yang terasa sangat kembung juga perlu mendapat perhatian.
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas atau rasa lemas berlebihan juga dapat menjadi tanda bahwa terdapat gangguan pada sistem pencernaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Kesimpulan
Perut bunyi saat puasa pada dasarnya merupakan bagian dari proses alami sistem pencernaan. Aktivitas usus yang tetap bekerja, kondisi lambung kosong, peningkatan hormon lapar, serta pergerakan gas di dalam saluran cerna menjadi penyebab utama munculnya suara tersebut.
Selama tidak disertai keluhan serius, kondisi ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Justru, suara perut tersebut menandakan bahwa sistem pencernaan masih bekerja dengan baik meskipun tubuh sedang menjalani puasa.