“Kalau hujan lebih bahaya lagi karena licin. Lubang juga sering tertutup air jadi tidak kelihatan, itu rawan bikin pengendara jatuh,” katanya.
Warga mengaku sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait mengenai kondisi jalan tersebut. Namun hingga kini belum ada perbaikan yang dilakukan secara menyeluruh.
Perbaikan yang pernah dilakukan sebelumnya disebut hanya bersifat sementara sehingga kerusakan kembali muncul setelah beberapa waktu.
Sebagian warga menduga minimnya penanganan disebabkan status jalan tersebut yang dianggap sebagai jalan desa. Padahal bagi masyarakat setempat, jalan itu menjadi jalur penting yang menghubungkan aktivitas warga, termasuk akses menuju lahan pertanian.
Menjelang arus mudik Lebaran, warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar jalan tersebut aman dilalui.
“Harapannya bisa segera diperbaiki karena kondisinya cukup berbahaya. Apalagi kalau menjelang Lebaran biasanya kendaraan yang lewat lebih banyak,” pungkas Imelda.(red)