RADAR JABAR DISWAY – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat, menyiapkan 16 pos pengamanan dan pelayanan.
Pos-pos tersebut disiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 pada jalur arteri maupun ruas tol di wilayah Kabupaten Cirebon.
Menurut Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, operasi ini dilakukan guna memberikan pelayanan sekaligus pengamanan bagi para pemudik.
Dikatakannya pos yang disiapkan mencakup satu pos utama, satu pos terpadu, tiga pos pelayanan, serta 11 pos pengamanan, yang akan diletakkan pada beberapa titik strategis di wilayah hukum Polresta Cirebon.
BACA JUGA:Sengketa Lahan Desa Kanci Cirebon Resmi Inkracht, PT DKI Sah Pemilik Tanah Menurut Hukum
“Kesiapan pos tersebut menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran,” ucap Imara di Cirebon, Senin 9 Maret 2026, dikutip dari Antara Jabar.
Pihaknya bukan hanya menyiapkan pos layanan, melainkan pula menggelar pemeriksaan kesiapan sarana dan prasarana pengamanan yang akan digunakan selama Operasi Ketupat Lodaya 2026.
Ia menyebut sejumlah peralatan yang disiapkan yaitu di antaranya 250 unit traffic cone, 200 unit water barrier, 100 unit trailing, dan 300 unit tolo-tolo.
Selain itu Polresta Cirebon menyiapkan 500 rambu berbahan bambu serta 50 rambu portable sebagai alat penunjuk arah dan pengaturan lalu lintas sepanjang periode mudik.
“Peralatan tersebut nantinya akan diplot di sejumlah titik strategis, terutama di jalur Pantura yang kerap menjadi jalur utama perlintasan pemudik,” imbuh dia.
Kapolresta mengungkap ada 44 titik pengamanan di jalur U-turn sepanjang ruas Pantura, mulai dari wilayah Susukan sampai Plered.
BACA JUGA:PLN Icon Plus Lakukan Penataan dan Pemeliharaan Aset Ketenagalistrikan di Arjawinangun, Cirebon
Selain itu, dia menjelaskan petugas kepolisian menyiapkan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Astanajapura hingga Losari, dengan total 33 titik yang akan dilengkapi rambu dan penunjuk arah.
Kabupaten Cirebon, kata Imara, menjadi salah satu titik pertemuan arus kendaraan dari jalur arteri maupun jalan tol saat musim mudik.
“Peralatan tersebut nantinya akan diplot di sejumlah titik strategis, terutama di jalur Pantura yang kerap menjadi jalur utama perlintasan pemudik,” ujarnya.
Ia menyebutkan terdapat 44 titik pengamanan di jalur U-turn sepanjang ruas Pantura, mulai dari wilayah Susukan hingga Plered.
Selain itu, kata dia, petugas kepolisian menyiapkan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur Astanajapura hingga Losari dengan total 33 titik yang akan dilengkapi rambu dan penunjuk arah.
Kapolresta mengatakan Kabupaten Cirebon, merupakan salah satu titik pertemuan arus kendaraan dari jalur arteri maupun jalan tol saat musim mudik.
Dirinya melanjutkan, di wilayah itu ada sekitar 50 kilometer ruas jalan tol yang melintas di Kabupaten Cirebon dengan lima gerbang tol utama yaitu Palimanan, Plumbon, Ciperna, Kanci, serta Ciledug.
“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait di wilayah sekitar untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026.” Tandas dia.