RADAR JABAR - Masa berkabung nasional diumumkan di Iran setelah Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei, dilaporkan gugur akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi.
Serangan yang menewaskan Khamenei disebut sebagai bagian dari rangkaian serangan besar AS-Israel ke berbagai wilayah di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur signifikan serta menimbulkan korban jiwa di kalangan warga sipil. Kabar mengenai wafatnya Khamenei sempat simpang siur karena adanya perbedaan laporan antara media Iran dan media Barat. Hingga Sabtu, sejumlah pejabat Iran masih menyatakan bahwa pemimpin tertinggi mereka dalam kondisi sehat dan tetap memimpin jalannya komando perang. Namun pada hari yang sama, Presiden AS, Donald Trump, secara terbuka mengklaim bahwa Khamenei telah tewas dalam serangan yang menurutnya mendapat persetujuan darinya. Ia bahkan menyebut Khamenei sebagai sosok yang sangat jahat dalam sejarah melalui unggahan di media sosial. Setelah kabar kematian tersebut, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama sepekan. Korps Garda Revolusi Islam Iran bersama Angkatan Darat Iran berjanji akan membalas kematian Khamenei. Sejumlah ulama Syiah, termasuk Ayatollah Makarem Shirazi, bahkan menyerukan “perang suci” terhadap Amerika Serikat dan Israel. Wafatnya Khamenei dipandang sebagai momen penting yang berpotensi membuka babak baru bagi Republik Islam Iran, mengingat ia merupakan salah satu pemimpin dengan masa jabatan terlama di kawasan Timur Tengah, yakni sekitar 45 tahun. Ia menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989, menggantikan tokoh Revolusi Islam Iran, Ruhollah Khomeini, setelah sebelumnya menjadi Presiden Iran pada periode 1981–1989. Riwayat Singkat Ali Khamenei lahir di Mashhad, Iran timur laut, pada 19 April 1939. Ia menimba ilmu agama di Qom dan mengikuti pengajaran para ulama Syiah, termasuk Khomeini yang kemudian memimpin Revolusi Islam Iran. Setelah revolusi tahun 1979 berhasil menggulingkan Shah Reza Pahlavi dan mengakhiri sistem monarki, Khamenei mulai menapaki posisi penting dalam pemerintahan berkat kedekatannya dengan Khomeini. Pada 27 Juni 1981, ia selamat dari upaya pembunuhan saat menyampaikan khutbah di sebuah masjid di Teheran. Ledakan dari alat perekam yang disembunyikan di mimbar menyebabkan tangan kanannya mengalami kelumpuhan. Beberapa bulan kemudian, pada November 1981, ia terpilih sebagai Presiden Iran dan memimpin negara tersebut di tengah konflik perang melawan Irak. Usai wafatnya Khomeini pada 1989, Majelis Ahli Iran sepakat menunjuk Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru. Selama masa kepemimpinannya, ia berhasil mengonsolidasikan kekuasaan politik dan religius serta memperkuat pengaruh negara di sektor militer, peradilan, dan kebijakan luar negeri. Khamenei juga dikenal sebagai penggagas konsep “Poros Perlawanan” (Axis of Resistance) yang ditujukan untuk menghadapi AS dan Israel. Melalui aliansi dengan kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman, ia menjadi tokoh sentral dalam menentukan arah geopolitik Iran di kawasan Timur Tengah. Dalam menghadapi tekanan ekonomi akibat sanksi Barat, Khamenei mendorong strategi “ekonomi perlawanan”, yang berfokus pada peningkatan produksi dalam negeri, pengurangan ketergantungan pada ekspor minyak, serta penguatan kemandirian ekonomi dari pengaruh Barat. Ia juga mendukung pengembangan program nuklir Iran sebagai simbol kedaulatan ilmiah dan kekuatan nasional, namun menolak kepemilikan senjata nuklir dengan mengeluarkan fatwa yang melarang pengembangannya. Upaya meredakan sanksi internasional sempat dilakukan melalui kesepakatan nuklir 2015 bersama negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan Uni Eropa. Namun, kesepakatan tersebut terganggu setelah AS menarik diri pada 2018 dan kembali memberlakukan sanksi penuh terhadap Iran. Pada 2025, Iran pun menyatakan keluar dari kesepakatan tersebut. Kepemimpinan Khamenei juga diwarnai berbagai gejolak domestik, mulai dari demonstrasi pascapemilu 2009, protes besar 2019–2020, aksi terkait Mahsa Amini pada 2022, hingga gelombang unjuk rasa terbaru yang dimulai Desember 2025. Respons pemerintah yang menggunakan pendekatan keras terhadap protes tersebut menuai kecaman luas, khususnya dari negara-negara Barat. Di tengah tekanan ekonomi dan ketidakpuasan publik akibat sanksi, sejumlah pihak eksternal disebut berupaya melemahkan kekuasaan Iran, termasuk melalui serangan militer selama 12 hari yang dilancarkan AS dan Israel pada pertengahan 2025. Dampak dan Langkah Selanjutnya Serangan yang menargetkan pucuk kepemimpinan tertinggi Iran dinilai sebagai strategi untuk menciptakan kekosongan kekuasaan dan melemahkan sistem Republik Islam. Meski demikian, sejumlah pengamat menilai kematian Khamenei tidak serta-merta mengguncang struktur politik Iran. Akademisi Timur Tengah dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menyatakan bahwa sistem ideologis dan institusional Iran yang telah berjalan selama lebih dari empat dekade sudah cukup matang dan memiliki struktur kekuasaan berlapis. Ia menekankan bahwa Republik Islam Iran bukanlah rezim yang sepenuhnya bergantung pada satu figur saja. Menurutnya, pengalaman wafatnya Khomeini pada 1989 menunjukkan bahwa proses transisi kepemimpinan dapat berlangsung tanpa mengguncang fondasi negara. Terkait calon pengganti Khamenei, ia menjelaskan bahwa sosok tersebut harus merupakan ulama bergelar Ayatollah, gelar tertinggi dalam keilmuan agama di Iran. Selama masa kekosongan jabatan Pemimpin Tertinggi, Majelis Ahli yang terdiri dari ulama dan pakar agama dari berbagai provinsi akan bersidang untuk memilih pemimpin baru. Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, memastikan bahwa Majelis Ahli akan segera berkumpul dan memulai proses pemilihan sesuai konstitusi Iran, yang mengharuskan penunjukan pemimpin tertinggi baru secepat mungkin setelah wafatnya pemimpin sebelumnya. Setelah lebih dari tiga dekade memimpin sebagai penjaga kesinambungan Revolusi Islam sejak 1979, Khamenei dinyatakan gugur dalam serangan rudal dan disebut sebagai “syahid” oleh penyiar televisi nasional IRIB. Majelis Ahli kini dijadwalkan bersidang untuk menentukan sosok yang akan melanjutkan kepemimpinan dan menjaga arah Revolusi Islam di tengah tekanan geopolitik dan sanksi internasional yang terus berlangsung.Jejak Perjalanan Ali Khamenei, Penjaga Revolusi Iran Selama Lebih Dari Tiga Dekade
Minggu 01-03-2026,19:33 WIB
Reporter : Fadillah Asriani
Editor : Fadillah Asriani
Tags : #presiden as
#perang iran vs israel
#khamenei
#israel
#iran
#donald trump
#amerika serikat
#ali khamenei
Kategori :
Terkait
Minggu 01-03-2026,21:25 WIB
Emergency Alert Berulang di Abu Dhabi, Otoritas Pastikan Situasi Aman Usai Ancaman Rudal
Minggu 01-03-2026,19:33 WIB
Jejak Perjalanan Ali Khamenei, Penjaga Revolusi Iran Selama Lebih Dari Tiga Dekade
Minggu 01-03-2026,17:42 WIB
Gelombang Demonstrasi di Iran Usai Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam Serangan AS-Israel
Minggu 01-03-2026,16:48 WIB
IRGC Umumkan Gelombang Baru Serangan Rudal ke Israel dan Pangkalan AS
Minggu 01-02-2026,20:17 WIB
Trump Optimistis AS–Kuba Bisa Capai Kesepakatan Atasi Krisis Kemanusiaan
Terpopuler
Minggu 01-03-2026,09:26 WIB
Motor Trail Honda Harga Belasan Juta? Ini Detail Harga dan Spesifikasi Honda X-Tracker 2026 yang Bikin Melirik
Minggu 01-03-2026,08:00 WIB
Motor Honda X-Tracker 2026: Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Motor Bebek Trail Terbaru
Minggu 01-03-2026,14:05 WIB
Ini Tabel Angsuran KUR BRI 2026 Terbaru, Pinjaman Rp10 Juta sampai Rp100 Juta! Cek Syarat dan Cara Ajukan!
Minggu 01-03-2026,05:59 WIB
Patroli Gabungan Skala Besar di Bogor, Warga Kepergok Minum Ciu hingga Beri Imbauan Komunitas Motor
Minggu 01-03-2026,06:36 WIB
5 HP dengan Kamera Selfie Terbaik untuk Foto Lebaran 2026, Hasil Jelas dan Tajam!
Terkini
Minggu 01-03-2026,22:03 WIB
Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi Ditutup Sementara, Akses Diperketat akibat Ketegangan Timur Tengah
Minggu 01-03-2026,21:30 WIB
Bojan Hodak Sebut Laga Persib vs Persebaya Bak Duel Raksasa, Siap Tampil Sengit di GBT
Minggu 01-03-2026,21:25 WIB
Emergency Alert Berulang di Abu Dhabi, Otoritas Pastikan Situasi Aman Usai Ancaman Rudal
Minggu 01-03-2026,20:58 WIB
Update KUR BRI 2026 Bulan Maret: Pinjaman Rp1–100 Juta, Ini Syarat dan Estimasi Cicilannya untuk UMKM!
Minggu 01-03-2026,19:44 WIB