Pengusaha Japnas Harus Bersinergi dengan Pemerintah

Selasa 24-02-2026,04:16 WIB
Editor : Erwin Mintara D. Yasa

 

“Kita berharap kebutuhan tersebut bisa diserap dan dikerjakan oleh industri lokal. Ini akan menimbulkan efek domino yang besar, khususnya bagi industri di Jawa Barat,” katanya.

 

Tak hanya itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Program tersebut dinilai mampu membangun ekosistem dunia usaha yang melibatkan UMKM, petani, pedagang, pemasok bahan pangan, hingga industri pengolahan.

 

“MBG menimbulkan efek domino dan membangun ekosistem usaha. UMKM, petani, pemasok sayur, hingga industri seperti industri susu di Subang bisa ikut tumbuh bersama,” ungkapnya.

 

Widiyanto juga berharap kehadiran Koperasi Merah Putih di Jawa Barat mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru dengan mengonsolidasikan para pengusaha dalam satu rantai pasok yang terintegrasi.

 

“Koperasi Merah Putih bisa berperan sebagai supplier maupun customer dalam rantai pasok tersebut,” katanya.

 

Dalam kesempatan itu, ia turut mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terus mendorong pembangunan infrastruktur, termasuk pembangunan jalan yang diyakini akan memperlancar akses distribusi dan mendukung industrialisasi serta hilirisasi.

Ia juga menyinggung program hilirisasi aspal alam dan aspal Buton yang dinilai dapat meningkatkan efisiensi harga aspal untuk pembangunan serta memberikan dampak positif bagi ekonomi Jawa Barat.

 

“Pada prinsipnya, Japnas melihat Jawa Barat sebagai mesin ekonomi yang sangat signifikan bagi nasional. Ketika ekspansi bisnis dan industri didorong di Jawa Barat, kami berharap Japnas dan dunia usaha dapat memperlancar perputaran ekonomi sehingga hilirisasi dan industrialisasi terus tumbuh,” pungkasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait