RADAR JABAR – Para pengusaha lintas sektoral yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Sinergi tersebut diyakini mampu memperkuat pergerakan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Harian Japnas Pusat, Widiyanto Saputro, dalam acara Pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jawa Barat yang digelar di Hotel Preanger, Kota Bandung, baru-baru ini.
Widiyanto menegaskan bahwa Japnas merupakan organisasi yang berbasis pada sinergi dunia usaha. Inti dari Japnas adalah membangun jaringan pengusaha yang fokus pada kolaborasi dan penguatan antar pelaku usaha. Karena itu, menurutnya, sangat penting bagi Japnas untuk berjalan seiring dengan program-program pemerintah.
“Japnas adalah organisasi yang berfokus pada sinergitas dunia usaha. Maka penting bagi kami untuk membangun kolaborasi yang selaras dengan program pemerintah,” ujarnya.
Ia menilai peran Jawa Barat sangat strategis sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Secara makro, kondisi ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif. Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat berada di angka 52,6 pada Januari 2026, yang menunjukkan ekspansi dan konsistensi pertumbuhan selama enam bulan berturut-turut.
Selain itu, pada akhir 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat mencapai 5,8 persen, berada di atas rata-rata nasional. Inflasi pun relatif terkendali di angka 3,24 persen pada Januari 2026.
“Japnas melihat Jawa Barat sebagai jantung manufaktur Indonesia. Ini adalah salah satu medan ekonomi paling strategis bagi Indonesia,” jelasnya.
Widiyanto juga menyoroti pentingnya proses industrialisasi dan hilirisasi yang dinilai berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Ia menyinggung rencana pemerintah pusat terkait pengadaan 105 ribu unit mobil pick-up dari India, yang diharapkan dapat melibatkan industri dalam negeri.