Unjani Resmi Miliki LSP Mandiri, Perkuat Daya Saing Lulusan

Kamis 12-02-2026,15:10 WIB
Reporter : Tiara Disa P
Editor : Tiara Disa P

RADAR JABAR - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) kini resmi memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) mandiri. Peresmian tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Lisensi dan Sertifikat LSP dari Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Prof. Amilin, kepada Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.I.P., M.Si. Momen itu berlangsung dalam rangkaian kegiatan Tausyiah dan Munggahan Unjani 2026 di Cimahi, Kamis (12/2/2026).

Dengan capaian ini, Unjani tergabung dalam sekitar 4 persen perguruan tinggi di Indonesia yang telah mengantongi LSP mandiri. Keberadaan lembaga tersebut menjadi penegasan komitmen kampus dalam meningkatkan daya saing lulusan di tengah tuntutan industri yang kian kompleks.

Prof. Amilin menyampaikan apresiasi atas langkah Unjani dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi. Ia menilai, sertifikat kompetensi merupakan bentuk pengakuan bahwa seseorang memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

BACA JUGA:Sambut Mahasiswa Baru, Unjani Berkomitmen Ciptakan Lingkungan Kampus Humanis dan Edukatif

 

Namun demikian, ia mengingatkan agar mutu proses sertifikasi tetap terjaga. “Jangan sampai ada yang ‘dikondisikan’ menjadi kompeten padahal belum memenuhi standar, karena itu bisa menjadi sinyal bahaya,” ujarnya.

Menurutnya, di era saat ini banyak perusahaan besar lebih memprioritaskan kandidat yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dari BNSP. Bahkan, pemegang sertifikat kerap mendapatkan nilai tambah, termasuk dalam hal penghasilan.

Ia juga mendorong Unjani menjalin kolaborasi dengan industri global seperti BYD, Huawei, maupun Google. Standar kerja perusahaan-perusahaan tersebut dinilai dapat diadopsi dalam skema LSP Unjani agar lulusan memiliki kesiapan yang lebih matang dan peluang lebih besar untuk langsung terserap di dunia kerja.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Unjani Prof. Dr. Agus Subagyo menegaskan komitmen institusinya dalam menjaga amanah lisensi LSP. Saat ini Unjani memiliki empat skema sertifikasi dan menargetkan pengembangan hingga mencakup 44 program studi.

“Kami berkomitmen menjaga mutu. Jika mahasiswa belum memenuhi standar, maka sertifikat tidak akan diberikan. Sertifikasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bekal nyata bagi alumni untuk bersaing di dunia kerja,” tegasnya.

Ia menambahkan, mahasiswa Unjani nantinya tidak hanya dibekali kompetensi utama sesuai bidang studi masing-masing, tetapi juga berkesempatan mengambil sertifikasi tambahan seperti public speaking atau teknologi informasi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan modern.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas spektrum keahlian mahasiswa sehingga mampu menjawab tantangan lintas disiplin. Dengan demikian, lulusan Unjani tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap dinamika kebutuhan industri.

Dalam kesempatan yang sama, Unjani turut meresmikan Patung Jenderal Ahmad Yani. Peresmian ini menjadi simbol penguatan identitas kampus sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai kepemimpinan sang pahlawan nasional.

Prof. Agus menekankan pentingnya pembentukan karakter mahasiswa melalui mata kuliah “Ke-Ahmad Yani-an” serta program Latihan Dasar Kedisiplinan dan Kepemimpinan (LDKK), sejalan dengan visi Unjani sebagai Smart Military University.

“Mahasiswa Unjani harus memiliki karakter disiplin, loyal, dan santun. Kepintaran saja tidak cukup tanpa kedisiplinan. Di dunia kerja, loyalitas dan kesantunan sering menjadi faktor penentu keberhasilan,” pungkasnya.

Kategori :