Akademisi Sebut Taman Corat-coret Belum Sentuh Masyarakat

Sabtu 31-01-2026,18:19 WIB
Reporter : Regi
Editor : Eneng Suryani

"Penyaluran bakat dan apresiasi anak muda Kota Bogor wajib diwadahi dan difasilitasi oleh Pemkot dengan binaan dan penyediaan kelengkapan dan lokasinya," pungkasnya.

Sebelumnya, warga Kota Bogor menolak adanya aksi vandalisme terutama di Jalur Pedesterian Ahmad Yani.

Diketahui, Jalur Pedesterian baru selesai pembangunan. Tetapi terdapat vandalisme pada tembok jalur pedesterian tersebut. 

Vandalisme itu menggunakan pylox berwarna putih yang posisinya tidak terlalu jauh dengan gerbang masuk ke arah Stadion Pajajaran.

Diki (46) mengatakan, tidak setuju dengan aksi vandalisme tersebut karena merusak estetika perkotaaan. 

Ia menambahkan, masyarakat perlu mawas diri untuk menjaga keindahan serta kebersihan di wilayah Kota Bogor agar tidak terkesan kumuh.

"Jelas aja ga setuju, ga bagus juga merusak keindahan kan itu baru jadi baru selesai, masa baru selesai dicorat coret gitu. Harusnya sadar lah jaga keindahan jaga kebersihan, ini kan baru selesai malah dirusak ga bagus kan," kata Diki saat ditemui di Jalan Ahmad Yani, pada Sabtu (31/1/2026).

Warga lainnya, Oktavian (24) mengatakan, aksi vandalisme itu dapat menghabiskan anggaran pemeliharaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

"Ngabisin anggaran buat pemeliharaan, harusnya bisa pemeliharaan sektor atau objek lain malah balik lagi ke tembok trotoar," ujar Oktavian di Jalan Ahmad Yani.

Ia juga menambahkan, masyarakat tidak melakukan aksi vandalisme yang bukan pada tempatnya. Pasalnya, Pemkot Bogor memiliki Taman Corat-Coret untuk digunakan sebagai wadah seni lukis.

Untuk aksi vandalisme jangan dilakukan di tempat umum kan udah disediain di Taman Corat-Coret, jangan di Ahmad Yani, Jalan Baru (Sholeh Iskandar), kesannya kotanya tidak indah," tambah dia.

Warga Minta Pemkot Bogor Ambil Tindakan

Diki menutur, Pemkot Bogor perlu mengambil tindakan sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk menjaga keindahan kota.

"Harus ngebersihin, udah kayak gini mah siapa lagi, dia kan yang punya anggaran punya dia kan yang punya tanggung jawab, kita kasih aja ke penanggung jawabnya," tutur Diki.

Sementara itu, Oktavian mengatakan,  Pemkot Bogor harus berupaya memberikan edukasi ke seluruh masyarakat agar tidak melakukan aksi vandalisme.

Ia memberikan contoh, Pemkot Bogor dapat memberika sosialisasi tentang pengelolaan tata ruang di perkotaan untuk menjaga estetika kota.

Kategori :