Pencarian Korban di Wilayah Antam Dihentikan

Rabu 21-01-2026,15:06 WIB
Reporter : Regi Pratasyah
Editor : Salma Sepina Nurdini

BACA JUGA:Bupati Bogor Minta KPK RI untuk Dampingi Program di Pemkab Bogor

“Tim gabungan telah mengevakuasi tiga korban jiwa. Mereka terjebak di area nonoperasional Antam yang seharusnya steril dari aktivitas penambangan,” ujar CSR and Sub Division Head PT Antam Tbk UBPE Pongkor, Agustinus Toko Susetio, Senin (19/1).

Ketiga korban masing-masing bernama Jaka (32), Edi (34), dan Isep Septiana (26). Mereka ditemukan meninggal dunia di lokasi dengan kedalaman sekitar 500 meter dari permukaan tanah.

Agustinus menjelaskan, proses evakuasi berlangsung sangat berat dan berisiko tinggi. Lokasi korban berada di medan ekstrem yang sulit dijangkau serta berbahaya bagi tim penyelamat.

“Dalam proses evakuasi, salah satu anggota tim sempat tertimpa longsoran batu hingga mengalami luka di bagian bahu. Karena itu setiap langkah dilakukan dengan sangat hati-hati demi keselamatan petugas,” ungkapnya.

Selain medan terjal, tim juga menghadapi kendala tambahan berupa tembok pengaman yang sebelumnya dibangun PT Antam untuk menghalangi aktivitas penambangan ilegal. Meski demikian, evakuasi tetap dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan.

PT Antam juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum dapat memastikan apakah masih ada korban lain di dalam lubang tambang ilegal tersebut. Tim akan terus berkoordinasi dengan aparat dan pihak terkait untuk pendalaman lebih lanjut.

“Kami baru menemukan tiga korban. Informasi mengenai kemungkinan korban lain masih kami dalami bersama pihak berwenang,” jelasnya.

Sementara itu, kepulan asap di lokasi kejadian dilaporkan mulai berkurang. Namun, kadar gas berbahaya seperti karbon monoksida masih terdeteksi dan sebagian masih berada di atas ambang batas aman.

“Operasi penanganan akan terus berjalan sampai dinyatakan selesai oleh pihak terkait,” tegasnya.

Terkait penyebab munculnya kepulan asap, PT Antam menyatakan masih menunggu hasil investigasi resmi.  Perusahaan menegaskan tidak akan berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada aparat berwenang.

BACA JUGA:Diduga Akibat Konsleting Listrik, 2 Kios Terbakar di Pasar Ciseeng

BACA JUGA:Kang DS Mendapatkan Apresiasi Warga Pangranggong-Keneng-Londok dan Dewata

“Kami menunggu hasil penelusuran yang komprehensif agar informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan bertanggung jawab,” katanya.

PT Antam menegaskan komitmennya untuk terus memperketat pengamanan di seluruh wilayah operasional guna mencegah aktivitas penambangan ilegal. 

Perusahaan juga menekankan bahwa aspek kemanusiaan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap penanganan insiden di kawasan tambang emas Pongkor.

Kategori :