BACA JUGA:FORMAPA Bandung Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh
Keterbatasan tersebut mendorong Erick melakukan penelitian lintas institusi. Ia bahkan harus menjalani proses uji etik berulang untuk memastikan penelitiannya tetap memenuhi kaidah ilmiah.
"Prosesnya cukup panjang. Saya harus ‘menumpang’ penelitian di beberapa kampus, sehingga hampir tiga sampai empat kali menjalani uji etik. Semua itu dilakukan untuk membandingkan kemampuan masing-masing animal chamber dan menentukan alat yang paling optimal," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, penelitian tersebut juga dihadapkan pada risiko teknis yang tidak ringan. Erick mengungkapkan adanya kegagalan saat simulasi tekanan ekstrem.
"Penelitian ini menggunakan tekanan hingga enam kali tekanan permukaan bumi. Bahkan sempat terjadi kerusakan seal saat tekanan setara kedalaman 40 meter, yang menimbulkan suara dentuman cukup keras," tuturnya.
Meski demikian, dukungan institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan menjadi faktor penting keberlangsungan riset tersebut.
Erick menyampaikan apresiasi kepada Universitas YARSI dan Rumah Sakit YARSI yang telah memfasilitasi penggunaan alat hiperbarik untuk kepentingan pendidikan dan layanan kesehatan.
Dukungan akademik dari para pembimbing juga menjadi penopang utama. Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada promotornya, Prof. Purba.
"Beliau tidak pernah lelah membimbing, memberikan waktu, tenaga, dan ilmu. Bahkan, beliau lebih sering menghubungi saya dibanding sebaliknya," ungkap Erick.
Ia juga mengapresiasi peran kopromotor, Dr. Roni dan Dr. Yuni, yang dinilainya konsisten memberikan arahan kritis dan presisi dalam proses penelitian.
"Dr. Roni sangat detail dalam mengarahkan langkah penelitian agar hasilnya tepat guna dan efisien. Sementara Dr. Yuni membantu saya menyusun naskah disertasi dengan baik," ujarnya.
Di luar ranah akademik, Erick menempatkan keluarga sebagai sumber kekuatan utama. Ia menyebut pencapaian tersebut tidak lepas dari pengorbanan pribadi yang mendalam.
"Penghargaan tertinggi saya sampaikan kepada keluarga tercinta, terutama ibu saya yang meninggal dunia saat saya tengah mempersiapkan Sidang Hasil Riset. Kepada istri, anak-anak saya, Tanaya, Sefanya, Naraya, Yang Menjadi Bagian Dari tim peneliti, terima kasih atas doa dan dukungan yang luar biasa. Tanpa mereka, pencapaian ini tidak mungkin terwujud," katanya haru.
BACA JUGA:Peringati Hari Guru, Yayasan AHM Apresiasi Dedikasi Guru Inspiratif