Persiapan Hadapi Gempa dan Mitigasi Bencana, Warga Gunung Salak Diberikan Pelatihan

Rabu 05-11-2025,18:24 WIB
Reporter : Regi
Editor : Muhammad Fajar Rivaldi

 

“Dari karakter gelombangnya terlihat jelas bahwa ini gempa tektonik akibat sesar aktif, bukan karena aktivitas magma," jelas dia.

 

Lebih lanjut, Sesar Cianten melintasi Kecamatan Pamijahan sampai Gunung Salak bagian barat dan timur.

 

Kata dia, adanya peningkatan jumlah stasiun seismik menjadi lebih dari 550 unit di seluruh Indonesia, BMKG kini mampu merekam getaran kecil secara lebih akurat dibandingkan masa lalu.

 

BACA JUGA:Wabup Bandung Ali Syakieb: Penanganan Bencana Alam Harus Dilakukan Secara Pentahelix

 

“Kalau dulu ibarat menjaring ikan besar saja yang tertangkap. Sekarang jaringnya rapat, gempa kecil pun bisa terdeteksi,” ucap dia.

 

Ia melanjutkan, tidak semua gempa kecil menandakan potensi bahaya besar. Dampaknya, kata Pepen, bergantung pada kondisi tanah dan kekuatan bangunan di permukaan.

 

Sementara itu, Pakar Kebencanaan Budi Pranowo, yang juga mantan Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor, menjelaskan gempa kecil seperti di Gunung Salak berfungsi untuk melepas energi bawah tanah secara bertahap.

 

“Gempa kemarin rata-rata di bawah magnitudo 3,5. Itu seperti kedutan kecil, energinya keluar sedikit demi sedikit agar tidak menumpuk jadi gempa besar,” jelas Budi.

Kategori :