Adapun, Pakar Kebencanaan Budi Pranowo menilai, langkah dari BPBD Bogor, BMKG, dan sektor swasta dapat memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.
“Hal seperti ini penting untuk mengurangi trauma dan rasa takut masyarakat. Pemerintah perlu terus melakukan edukasi supaya masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah gempa,” kata Budi.
Dirinya mengatakan, sikap siap siaga masyarakat merupakan hal yang paling utama untuk mengurangi resiko bencana.
BPBD Kabupaten Bogor menyampaikan, kegiatan serupa akan dilaksanakan di empat lokasi lain di Kecamatan Pamijahan, dengan target menjangkau lebih dari 1.000 warga selama tiga hari pelaksanaan.
BACA JUGA:800 Personel Disiagakan untuk Apel Kesiapsiagaan Bencana di Wilkum Polresta Bandung
BMKG Jelaskan Pemicu Gempa di Gunung Salak
Pada 20 September lalu, BMKG menjelaskan gempa di area Gunung Salak disebabkan aktivitas Sesar Cianten, bagian dari sistem Sesar Bayah–Salak, dengan karakter tektonik, bukan vulkanik.
Pepen mengatakan, hasil dari analisis gelombang seismik dan pemetaan Badan Geologi mengungkapkan gempa di wilayah berasal dari pegeseran lapisan tanah akibat sesar aktif.