RADAR JABAR - Dua desa di Kabupaten Bogor menjadi sorotan publik. Kedua desa itu yakni Desa Sukaharja dan Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur.
Terlihat, plang dari Kejaksaan Agung di Desa Sukamulya, tepatnya di Blok Parung Santen tertulis: "TANAH INI DIRAMPAS/DISITA OLEH NEGARA, Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 1622 K / PID / 1991 Tanggal 21 Maret 1992. Atas nama terpidana: Lee Dharmawan Kertarahardja Haryanto alias Lee Chian Kiat". Mulanya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengungkapkan, permasalahan lahan desa yang menjadi agunan ke bank dihadapan Komisi V DPR RI saat melakukan rapat kerja, pada Selasa 16 September 2025. Mengetahui hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Ade Afriandi menerangkan, persoalan dua desa itu berawal dari sengketa lahan sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) atas nama Lee Darmawan K H alias Lee Chin Kiat. Dalam catatan Jabarekspres, warga dari dua desa itu tidak bisa membayarkan pajak dari warga kepada negara karena permasalahan pada kasus BLBI terpidana korupsi Lee Darmawan. Camat Sukamakmur saat itu, Bakri Hasan menutur, dua desa itu diblokir sehingga tidak dapat membayarkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). "Masalah BLBI, memang dua desa diblokir untuk pembayaran pajak. Itu bukan pajak kegiatan sebenarnya yang diblokir itu PPN dan BPHTB dan pajak PBB. Karena tidak boleh dilakukan peralihan hak atas tanah. Dasarnya ada dikeputusan Kejaksaan Agung," kata Bakri Hasan pada Jumat (27/1/2023) lalu. Pemerintah Desa Buka Suara Pemerintah Desa (Pemdes) Sukamulya melalui Kasi Pemerintahan Agus Salim mengungkapkan, warganya sudah bisa melakukan pembayaran pajak hingga melakukan jual beli. "Pajak berjalan, tapi untuk aktivitas transaksi jual beli, atau berpindah tangan lagi ke yang lain tidak bisa. Ya bisa (jual beli tanah) kecuali lokasi yang diklam oleh mereka gitu, di sini mah bisa sekarang mah" ungkap Agus Salim saat ditemui di Kantor Desa Sukamulya, pada Rabu (24/9/2025). Sementara itu, Sekretaris Desa Sukaharja Adi Purwanto mengaku, proses jual beli warganya sempat tertahan sejak 2012 hingga 24 Februari 2025. Ia menambahkan, warganya masih dapat melakukan pembayaran pajak. "Proses jual beli dari tahun 2012 sampai tahun 2025 bulan februari 24 itu masih pending," kata Adi saat dihubungi, pada Rabu (24/9/2025). "Setelah tahun 2025, yaitu tanggal 25 Februari Kejaksaan RI itu bersurat ke Bappenda untuk bisa melakukan balik nama dan lain sebagainya tapi harus diplotting dulu sama BPN," lanjut dia. Menurut Adi, plottingan yang dilakukan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi kendala karena memerlukan biaya. "Kendalanya sekarang kalau misalkan balik nama harus diplotting dulu sama BPN. Otomatis itu kan perlu biaya," ujarnya. Surat Kejaksaan Republik Indonesia Soal Dua Desa di Kecamatan Sukamakmur Kejaksaan RI mengeluarkan surat perihal Permohonan buka blokir pelayanan yang teridentifikasi diluar objek rampasan negara. Surat dengan Nomor: B-389/BPA.3/BPApa.2/02/2025. "Pemblokiran pelatanan PBB-P2 dan BPHTP di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor diberlakukan terhadap obyek barang rampasan sebagaimana termuat dalam peta ploting global tahun 2019 dan peta perbidang tahun 2021 hasil pengukuran yang dilakukan oleh PPA Kejaksaan, BPN Bogor II dan Bank Indonesia untuk Desa Sukaharja seluas 4.451.800 M² dan untuk Desa Sukamulya seluas 3.775.800 M²," tulis surat tersebut. Selain itu, pelayanan PBB-P2 dan BPHTB di Desa Sukaharja dan Desa Sukamulya Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor dapat dilakukan terhadap obyek tanah di luar barang rampasan negara.Dua Desa Siap Lelang, Tetap Bisa Bayar PBB-P2 dan Jual Beli Tanah
Rabu 24-09-2025,17:58 WIB
Reporter : Regi
Editor : Fadillah Asriani
Tags : #pbb
#pajak bumi dan bangunan
#menteri desa dan pembangunan daerah tertinggal yandri susanto
#kecamatan sukamakmur
#kabupaten bogor
#desa sukaharja dan sukamulya
#bogor
Kategori :
Terkait
Senin 21-09-2026,11:16 WIB
Liburan Lebih Hemat dengan 4 Hotel Budget di Kawasan Puncak Ini
Rabu 08-04-2026,12:59 WIB
Resep Soto Mie Bogor yang Mudah dan Lezat, Cocok untuk Menu Spesial di Rumah
Senin 06-04-2026,15:05 WIB
Perangi Narkoba, Bupati Rudy Susmanto Mengawali Tes Urine di Lingkungan Pemkab Bogor
Kamis 02-04-2026,12:00 WIB
Uni Emirat Arab desak Perserikatan Bangsa-Bangsa menyetujui langkah pembukaan Selat Hormuz
Sabtu 14-03-2026,22:47 WIB
Bupati Bogor Ungkap Proyek PSEL Galuga Akan Dimulai Tahun 2026
Terpopuler
Selasa 27-10-2026,14:34 WIB
Dari 1.730 Tim, Kini Tersisa 16 Finalis! AXIS Nation Cup 2026 Siap Lahirkan Juara Futsal Pelajar Nasional
Selasa 27-10-2026,19:57 WIB
Konsisten Melakukan Buyback Saham, BRI Optimistis Fundamental Perseroan Menopang Pertumbuhan Jangka Panjang
Selasa 27-10-2026,19:15 WIB
Gold Masterclass Bandung: Edukasi Trading Bersama Doo Financial Futures
Selasa 27-10-2026,14:06 WIB
Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Gelorakan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan
Selasa 27-10-2026,18:02 WIB
Raih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan
Terkini
Rabu 28-10-2026,13:10 WIB
InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur untuk Dukung Pertumbuhan AI di Indonesia
Rabu 28-10-2026,12:51 WIB
Telkom bersama Danantara Indonesia, BSSN, dan Peruri Siapkan Ekosistem Digital Indonesia
Rabu 28-10-2026,12:05 WIB
Dukung LKPP, Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional melalui SPSE V5
Rabu 28-10-2026,09:44 WIB