2 Faktor Utama Penyebab Kemiskinan di Indonesia Meningkat, Sampai Banyak Lahir Orang Miskin Baru

Jumat 16-02-2024,14:18 WIB
Reporter : Wanda Novi
Editor : Wanda Novi

Ketika kita membahas suatu fenomena atau masalah, penting untuk memahami penyebabnya terlebih dahulu. Menurut beberapa riset yang kami dapatkan, ada beberapa alasan mengapa banyak orang terjerat pinjaman online (pinjol), khususnya pinjol ilegal.

1. Literasi Keuangan Rendah

Rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu penyebab utama. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan di negara kita hanya mencapai angka 49,68%. Meskipun angka ini cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, namun menandakan bahwa masih terdapat kesenjangan literasi keuangan di negara kita.

Menurut kami, solusi dari masalah ini adalah dengan terus mendorong edukasi keuangan melalui media sosial, dan masyarakat harus menyadari pentingnya mempelajari keuangan.

2. Kemudahan Akses

Kemudahan akses dari pinjol ilegal juga menjadi faktor utama. Beberapa pinjol ilegal menawarkan kemudahan akses dengan proses pendaftaran yang sangat mudah dan pencairan dana yang cepat. Kami tidak bisa memberikan solusi pasti karena tergantung pada kebutuhan individu yang ingin meminjam. Namun, penting untuk mempertimbangkan urgensi dari pinjaman tersebut.

3. Terjebak Utang

Banyak orang yang terjebak dalam lingkaran utang yang sulit untuk keluar. Mereka cenderung menutup masalah lama dengan meminjam lagi, tanpa menyelesaikan masalah yang ada. Menurut kami, solusinya adalah dengan mencari cara untuk meningkatkan pendapatan, serta menyelesaikan masalah utang tanpa menimbulkan masalah baru.

4. Sulit Membedakan Legal dan Ilegal

Kesulitan dalam membedakan pinjol yang legal dan ilegal. Hal ini seringkali dianggap sepele, namun merupakan masalah serius karena aturan dan bunga dari pinjol legal dan ilegal berbeda. Jika seseorang tidak dapat membedakan keduanya, maka akan berisiko ke depannya.

Selain itu, maraknya peredaran pinjol juga bisa disebabkan oleh gaya konsumtif anak muda yang ingin mengikuti tren. Memang tidak salah untuk ingin mengikuti tren, namun harus diimbangi dengan kemampuan finansial.

BACA JUGA:Isu KPR 35 Tahun, Dukung Milenial dan Gen Z Buat Punya Rumah?

Banyak anak muda yang ingin memiliki sesuatu di luar kemampuannya, dan seringkali meremehkan utang serta menganggapnya mudah untuk dibayar, tanpa memperhitungkan bunga yang besar.

Judi Online

Masalah utama yang sering terjadi di masyarakat kita, terutama di kalangan miskin, adalah judi online. Saat ini, Indonesia mengalami darurat judi online yang merugikan berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan anak-anak. Dengan kemajuan teknologi dan internet yang semakin meluas, fenomena judi online telah menjadi masalah mendesak di Indonesia.

Praktik judi online, yang awalnya dianggap sebagai hiburan semata, kini mengarahkan kalangan miskin ke dalam perangkap keuangan yang berdampak luas terhadap perputaran uang di negara kita.

Kecanggihan teknologi membuat aksesibilitas judi online semakin mudah tanpa harus keluar rumah. Siapapun yang memiliki akses internet dapat dengan mudah terlibat dalam permainan judi online. Bahkan, dengan mengetikkan beberapa huruf di Google, akan langsung muncul rekomendasi website judi online.

Kategori :