Oh, Candi Bojongmenje

Kamis 16-02-2023,22:26 WIB
Editor : Erwin Mintara

CANDI Bojongmenje di Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung tidak tampak sebagai situs purbakala. Kondisinya memprihatinkan; terlihat batu-batu bersejarah dibiarkan tergeletak hingga kebanjiran.

AGNI ILMAN DARMAWAN/Kab. Bandung/Jabar Ekspres

SEJAK ditemukan tahun 2002, Candi Bojongmenje belum ada pemugaraan bangunan. Entah seperti apa wujud bangunan pada mulanya. Yang pasti, terlihat masih berupa kaki candi dan sisa-sisa reruntuhan yang dikumpulkan di sekitarnya.

Konon, kerusakan candi ini disebabkan karena wilayah ini dulu pernah dijadikan tempat latihan perang menggunakan alat persenjataan berat. Setelah itu, kawasan ini berubah menjadi daerah industri.

Suasana hiruk-pikuk aktivitas pabrik di sekitar Candi Bojongmenje seakan meredupkan situs langka yang disinyalir peninggalan pra-islam itu. Terlebih, tampak ada dinding besar menutupi tempat pondasi candi seharusnya berada.

Meski begitu, nyatanya masih ada yang peduli. Mr. Dipnarayan Guna, namanya. Dia merupakan mahasiswa asal Australia yang datang bersama temannya Mr. Ping yang berasal juga dari Indonesia untuk melihat beberapa Candi.

Kedatangannya ke Candi Bojongmenje ini merupakan salah satu hobinya dalam Arkeologi, dalam kesempatan ini bukan hanya Candi Bojongmenje saja yang dilihat melainkan semua Candi yang ada di Indonesia.

"Sebenarnya hanya untuk berkeliling mumpung di Indonesia. Hari ini juga katanya mau langsung ke Garut dan besok mau ke Cianjur ke Gunung Padang," ujar juru pelihara Candi Bojongmenje Dadang Nugraha (30), Selasa (14/2/23).

Danu sapaan Dadang menjelaskan, jika mahasiswa asal Australia tersebut datang ke Candi Bojongmenje karena awalnya tertarik karena ada Candi yang dihimpit oleh bangunan.

"Jadi katanya kenapa kesini karena lihat di google maps ada candi yang dihimpit bangunan, makanya dia langsung datang kesini untuk memastikan dan ternyata benar ada," katanya.

Danu menambahkan selain melihat candi, mahasiswa tersebut pun menanyakan beberapa pertanyaan terkait candi ini seperti peninggalan abad berapa, konstruksinya seperti apa, dan ukurannya berapa.

"Nanya biasa aja sih nggak aneh-aneh, pertanyaan umum saja," ucapnya.

Dirinya pun menjelaskan, jika mahasiswa asal kangguru tersebut sempat menyayangkan akan kondisi Candi yang tidak terurus dan terawat.

"Sebenarnya dia terkesima sama candi ini, cuman sangat disayangkan kurang pengelolaannya," katanya.

Selain melihat kondisi candi yang memprihatinkan, dia pun berharap agar segera menemukan titik temu.

"Ya kata dia sih semoga ada titik temu ada perkembangannya lah. Karena dia juga sangat prihatin lihat kondisinya," sebutnya.

Meskipun tertarik dengan Arkeologi, menurut Danu mahasiswa Australia tersebut ternyata berfokus pada keilmuan khususnya di bidang matematika, namun karena hobi dia pun menyempatkan diri untuk datang ke Indonesia.

"Keilmuannya sebenarnya matematika, tadi juga sempat nggak nyambung ngobrol sama saya mah. Terus dia datang sebentar sekitar setengah 10 dan selang setengah jam langsung pergi lagi," tutupnya.

Candi Bojongmenje merupakan salah satu candi tertua di Jawa. Candi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-6 pada masa Kejayaan Kerajaan Tarumanegara.

Meski begitu, hingga saat ini candi tersebut masih belum dilakukan pemugaran dan pelestariannya, sehingga candi tersebut terlihat tidak terawat dan sangat memprihatinkan.

 

Kategori :