Terkait Murid Belum Bisa Calistung, DPRD Minta Disdik Kab Bandung Buka Kelas Khusus

Terkait Murid Belum Bisa Calistung, DPRD Minta Disdik Kab Bandung Buka Kelas Khusus

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Cecep Suhendar--

RADAR JABAR - DPRD optimistis persoalan yang timbul saat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru di Kabupaten Bandung berkurang, sehingga bisa menghasilkan siswa yang berkualitas.

“Sesuai harapan masyarakat bahwa SPMB ini merupakan gerbang untuk masuk kepada tujuan pencapaian pendidikan. Nah, tentunya pintu ini dilalui dengan SPMB,” ujar Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar, dalam keterangannya, Rabu 20 Mei 2026.

Ia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bandung yang menyiapkan sejumlah strategi menghadapi SPMB tahun ini. 

Diantaranya, papar Cecep, pada SPMB 2026 hanya ada dua tahapan dari empat kategori sebelumnya, yaitu jalur domisili dan afirmatif serta prestasi dan mutasi.

Berbeda dengan tahun sebelumnya kelompok l dan ll daftarnya disamakan sesuai waktu pendaftaran yang telah ditentukan. 

Namun pada SPMB tahun ini, kata Cecep, untuk siswa yang tidak lolos pada pendaftaran gelombang l bisa daftar kembali ke pendataran berikutnya.

“Awalnya pendaftaran SPMB itu serentak sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Sekarang ada ruang bagi para siswa yang tidak lolos pada pendaftaran gelombang I, bisa daftar kembali di gelombang ll,” ungkapnya.

Cecep menyebut, selama ini SPMB menjadi tanggung jawab dari Dinas Pendidikan. Namun dengan kolaborasi yang dicanangkan Bupati Bandung Dadang Supriatna, beban tersebut tak akan terasa berat.

"Bupati menyampaikan jika sekarang ada kolaborasi yang melibatkan semua komponen unsur perangkat daerah, mulai kepala desa, lurah, camat, dan beberapa OPD,” katanya.

Disinggung masih adanya siswa kelas 5 yang belum bisa baca, tulis dan berhitung, politisi Partai Golkar menilai muatan lokal yang bakal diterapkan oleh Pemkab Bandung menjadi solusi mengurangi angka peserta didik seperti itu.

"Disdik Kabupaten Bandung bisa membuka atau menyiapkan kelas khusus untuk murid yang belum bisa calistung dengan guru, serta kegiatan belajar mengajar khusus," pungkasnya.* (ysp)

Sumber:

Berita Terkait