Dua Kali Operasi, JKN Selalu Hadir

Dua Kali Operasi, JKN Selalu Hadir

--

RADAR JABAR – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah memberikan rasa aman bagi jutaan masyarakat Indonesia dalam memperoleh layanan kesehatan. Tidak hanya membantu meringankan beban biaya pengobatan, Program JKN juga memastikan peserta mendapatkan pelayanan kesehatan yang berjenjang, mudah diakses, dan berkualitas sesuai indikasi medis. 

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Wawang (60), warga Kota Sukabumi, yang telah menjadi peserta JKN selama lebih dari sepuluh tahun. Baginya, Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dirinya dan keluarganya. 

"Menurut saya BPJS Kesehatan sangat baik dan banyak membantu saya maupun keluarga. Berobat jadi lebih mudah, terutama saat ke puskesmas. Saya menganggap BPJS Kesehatan seperti dokter pribadi. Kalau badan terasa kurang sehat, tinggal datang ke puskesmas menggunakan JKN dan langsung mendapatkan pelayanan," ujar Wawang. 

Selama menjadi peserta JKN, Wawang dan keluarganya telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan. Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat sang istri menjalani operasi pengangkatan batu empedu. Seluruh biaya pengobatan pun ditanggung oleh BPJS Kesehatan sehingga keluarganya dapat fokus pada proses pemulihan tanpa terbebani biaya. 

"Saat istri saya menjalani operasi pengangkatan batu empedu, proses administrasi dirumah sakit sangat mudah dan cepat. Setelah operasi, istri saya dirawat selama tiga hari. Puji Tuhan seluruh biaya pengobatan, tindakan operasi, rawat inap, hingga kontrol lanjutan semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Selama dirawat, pelayanan yang diberikan dokter maupun perawat juga sangat baik dan profesional," tuturnya. 

Beberapa waktu kemudian, sang istri kembali harus menjalani pengobatan akibat robekan pada otot lengan kanan. Awalnya ia mendapatkan pemeriksaan di puskesmas sebelum dirujuk ke salah satu rumah sakit di Sukabumi. Karena keterbatasan fasilitas penunjang, proses pengobatan dilanjutkan ke rumah sakit rujukan di Jakarta Selatan untuk menjalani tindakan operasi. 

Meski harus berpindah rumah sakit hingga ke luar daerah, Wawang mengaku seluruh proses rujukan berjalan lancar sesuai alur pelayanan Program JKN. Ia tidak merasa kebingungan karena setiap tahapan pelayanan dilakukan secara terarah. 

"Istri saya akhirnya menjalani operasi di rumah sakit di Jakarta Selatan dan dirawat hampir satu minggu, mulai sehari sebelum operasi hingga beberapa hari setelah tindakan. Semua prosesnya tertata dengan baik, kami tidak perlu pusing mengurus administrasi ke sana kemari. Dokter, perawat, hingga petugas administrasi memberikan pelayanan yang sangat baik. Seluruh biaya pengobatan juga ditanggung BPJS Kesehatan. Kami hanya mengeluarkan biaya untuk makan dan tempat menginap keluarga yang menemani," ujarnya sambil tersenyum. 

Tak hanya mendampingi sang istri, Wawang juga merasakan langsung manfaat Program JKN ketika dirinya didiagnosis menderita asma. Awalnya ia memilih berobat secara mandiri sehingga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit setiap kali menjalani pemeriksaan. 

Namun setelah mengetahui bahwa pengobatan asma juga dijamin oleh Program JKN, ia memutuskan memanfaatkan kepesertaannya untuk menjalani pengobatan secara rutin. 

"Saya juga baru-baru ini didiagnosis asma. Awalnya berobat sendiri dan biayanya lumayan besar. Setelah mendapat informasi dari teman bahwa penyakit asma juga ditanggung BPJS Kesehatan, sekarang saya menggunakan JKN untuk berobat. Sangat membantu sekali, apalagi di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang. Jadi saya tidak perlu khawatir lagi memikirkan biaya pengobatan," katanya. 

Selain pelayanan kesehatan, Wawang juga merasakan kemudahan melalui inovasi layanan digital BPJS Kesehatan. Ia mengaku rutin menggunakan aplikasi Mobile JKN, khususnya fitur antrean online ketika akan berobat ke fasilitas kesehatan. 

"Kalau sekarang saya selalu menggunakan Mobile JKN untuk mengambil antrean online. Sangat membantu karena nomor antrean bisa diambil dari mana saja. Jadi tidak perlu lagi datang pagi-pagi atau buru-buru ke fasilitas kesehatan hanya untuk mengambil nomor antrean secara manual," ungkapnya. 

Di akhir perbincangan, Wawang berharap BPJS Kesehatan terus mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas pelayanan yang selama ini telah dirasakan masyarakat. 

Sumber: