BMKG Ungkap Potensi Hujan dan Angin Kencang, Ini Daerah yang Perlu Waspada
BMKG Ungkap Potensi Hujan dan Angin Kencang, Ini Daerah yang Perlu Waspada -Freepik-
RADAR JABAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia pada Rabu.
Prakirawan BMKG Miftah Ali menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi sejumlah daerah konvergensi yang memanjang di beberapa wilayah. Di antaranya berada di pesisir barat Sumatera Utara, Riau, Samudra Hindia Selatan, Jawa Timur, Laut Sawu, Serawak, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.
Daerah konvergensi juga terpantau dari Kalimantan Utara hingga Sabah, Laut Sulu, Selat Makassar, wilayah Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, Papua, serta perairan barat dan selatan Papua Selatan.
Kondisi tersebut dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sepanjang wilayah yang dilalui daerah konvergensi maupun konfluensi.
Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah kota besar berpotensi mengalami hujan ringan pada Rabu. Wilayah tersebut meliputi Medan, Padang, Tanjung Selor, Ambon, dan Jayapura.
Sementara itu, sebagian kota besar lainnya diprediksi mengalami cuaca berawan. Daerah tersebut mencakup Banda Aceh, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Banjarmasin, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Mamuju, Gorontalo, Kendari, Manado, Ternate, Manokwari, Nabire, dan Merauke.
El Nino Bikin Sumsel Makin Kering
Di sisi lain, BMKG sebelumnya mengungkap kondisi Sumatera Selatan (Sumsel) semakin kering akibat pengaruh fenomena El Nino yang berada dalam kategori kuat.
Kondisi tersebut diperkirakan masih berlangsung hingga memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September 2026. Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan kondisi iklim di wilayah tersebut turut dipengaruhi El Nino yang berpotensi berkembang menjadi sangat kuat.
Selain El Nino, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) yang mulai menguat juga ikut memengaruhi kondisi cuaca di Sumsel.
Penguatan IOD dapat mengurangi pasokan hujan menuju wilayah Sumatera. Akibatnya, kondisi kering semakin terasa sejak Juni, berlanjut pada Juli hingga awal Agustus 2026.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama ketika beraktivitas di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat, petir, maupun angin kencang. (*)
Sumber: