Wisuda 999 Lulusan, Rektor UPI Tekankan Integritas dan Minta Alumni Jadi Solusi bagi Bangsa

Wisuda 999 Lulusan, Rektor UPI Tekankan Integritas dan Minta Alumni Jadi Solusi bagi Bangsa

Wisuda 999 Lulusan, Rektor UPI Tekankan Integritas dan Minta Alumni Jadi Solusi bagi Bangsa--

RADAR JABAR – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mewisuda 999 lulusan dalam Wisuda Gelombang III Tahun 2026 yang digelar di Gedung Gymnasium UPI, Jalan Dr. Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (21/7/2026).

Lulusan tersebut terdiri atas 885 lulusan program Sarjana (S1), 33 lulusan Magister (S2), 25 lulusan Doktor (S3), 2 lulusan Sarjana Terapan (D4), dan 54 lulusan Program Profesi. Upacara wisuda diikuti lulusan dari seluruh kampus UPI, baik yang berada di Bumi Siliwangi maupun kampus daerah.

Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A menegaskan bahwa keberhasilan akademik harus berjalan beriringan dengan integritas dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Prof Didi, pelaksanaan wisuda terus mengalami penyempurnaan setiap tahunnya. Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, UPI juga memperkuat pesan-pesan moral kepada para lulusan agar siap menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

BACA JUGA:PLN Icon Plus Sbu Regional Jawa Barat Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis bagi Masyarakat

BACA JUGA:Herlah PKB ke 28, Renie: Perkuat Struktur Partai dan Perjuangkan Kepentingan Masyarakat

"Wisuda hari ini adalah wisuda yang ketiga di tahun 2026. Kita mewisuda 999 lulusan mulai dari S1, S2, dan S3 dari seluruh kampus UPI yang ada di daerah dan juga yang ada di Bumi Siliwangi. Ini merupakan wisuda yang formatnya terus kita tingkatkan," ujar Prof Didi.

Ia menegaskan, tema utama yang diusung dalam wisuda kali ini adalah pentingnya menjaga integritas. Menurutnya, lulusan UPI harus mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan dapat menjadi teladan di tengah masyarakat.

"Kita menekankan pentingnya menjaga integritas untuk para wisudawan, sehingga ketika mereka nanti berkiprah di masyarakat, mereka tidak hanya bermanfaat tetapi juga memberikan nilai-nilai yang bisa diteladani. Jadi tidak hanya pintar, tetapi juga mereka harus punya integritas," katanya.

Selain pembekalan dari pihak universitas, para wisudawan juga mendapat motivasi dari Ikatan Alumni (IKA) UPI. Dalam kesempatan tersebut, alumni menekankan tiga karakter penting yang harus dimiliki setiap lulusan agar mampu bersaing dan berkontribusi di berbagai bidang.

BACA JUGA:Masuk Bursa Ketua Golkar Sumedang, Bilqis: Saya Siap Jika Ditugaskan Partai!

BACA JUGA:PGN Karawang Gencarkan Edukasi Gas Bumi di Harkopnas, Bidik 1.693 Sambungan Rumah Tangga Baru

Ketiga karakter tersebut adalah menjadi pribadi yang dapat dipercaya atau amanah, memiliki kemampuan sebagai pemecah masalah (problem solver), serta mempunyai kapabilitas yang tinggi dalam menjalankan profesinya.

"Lulusan harus menjadi orang yang bisa dipercaya, kemudian mereka harus punya kemampuan menjadi pemecah masalah (problem solver), dan juga memiliki kapabilitas yang sangat tinggi. Insyaallah itu akan menjadi bekal bagi mereka untuk sukses di tengah masyarakat," ujarnya.

Alumni Diminta Menjadi Agen Solusi

Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan, Prof Didi mengingatkan para lulusan agar tidak sekadar menjadi pencari pekerjaan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, setiap lulusan memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UPI.

"Mudah-mudahan para alumni kita ini tidak menjadi penyebab masalah, tetapi menjadi solusi untuk setiap persoalan yang ada. Daripada menyalahkan orang lain, lebih baik kita mampu mencari solusi atas persoalan yang kita hadapi," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Didi juga menyoroti maraknya praktik judi online yang dinilainya bertentangan dengan nilai religius serta nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Ia mengingatkan para lulusan agar tidak tergiur dengan janji memperoleh kekayaan secara instan melalui cara-cara yang melanggar hukum maupun norma sosial.

"Tidak ada upaya yang bisa membuat kita sukses apalagi kaya dalam waktu yang singkat melalui tindakan seperti judi online. Kita harus bekerja keras secara terarah dan mengerahkan segala daya untuk memperoleh penghasilan yang wajar," tegasnya.

Menurut Prof Didi, pemberantasan judi online bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi setiap individu.

Dukung Solusi Kekurangan Guru

Pada kesempatan yang sama, Prof Didi turut menanggapi pelaksanaan program kolaborasi Probidik Gema Jabar yang melibatkan mahasiswa kependidikan untuk membantu sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan tenaga pendidik.

Ia menilai kehadiran mahasiswa di ruang-ruang kelas merupakan langkah strategis agar proses belajar mengajar tetap berlangsung sambil menunggu pemenuhan kebutuhan guru secara permanen.

"Daripada kelas kosong dan tidak ada guru yang mengajar, kita sebagai Universitas Pendidikan merasa terpanggil. Ini merupakan solusi sementara, bukan menggantikan guru honorer ataupun menghalangi pengangkatan guru baru," jelasnya.

Menurut Prof Didi, Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan guru akibat tingginya angka pensiun, sementara proses pengangkatan tenaga pendidik baru belum mampu memenuhi kebutuhan nasional karena keterbatasan anggaran.

Karena itu, ia berharap para lulusan UPI, terutama dari bidang kependidikan, terus membawa semangat pengabdian ketika terjun ke masyarakat. Baginya, menjadi seorang pendidik bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk mencetak generasi masa depan yang berkualitas dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa. (*)

Sumber: