Gejala Virus Hanta Mirip Flu, Berikut Cara Mencegah Infeksi Sejak Dini

Gejala Virus Hanta Mirip Flu, Berikut Cara Mencegah Infeksi Sejak Dini

gejala hanta virus.--

RADAR JABAR - Virus hanta kembali menjadi perhatian dunia kesehatan setelah muncul laporan kasus infeksi yang menyebabkan korban jiwa di luar negeri. Penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus, ini dikenal berbahaya karena dapat menyerang paru-paru dan ginjal manusia. Yang membuat virus hanta perlu diwaspadai adalah gejalanya pada tahap awal sering kali mirip flu biasa sehingga banyak orang tidak menyadari risiko infeksi sejak dini.

Infeksi virus hanta umumnya terjadi ketika seseorang menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang membawa virus. Penularan juga bisa terjadi saat seseorang menyentuh benda yang tercemar lalu menyentuh area wajah seperti hidung, mata, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Virus ini banyak ditemukan di area dengan populasi tikus tinggi, seperti gudang, bangunan lama yang jarang dibersihkan, area perkebunan, hingga tempat perkemahan di alam terbuka. Karena itu, pekerja pertanian, peternakan, hingga pecinta aktivitas outdoor menjadi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terpapar virus hanta.

Gejala Virus Hanta Mirip Flu

Pada tahap awal, gejala virus hanta memang sering disalahartikan sebagai flu musiman atau kelelahan biasa. Penderita biasanya mengalami demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas. Nyeri otot umumnya terasa di area paha, punggung, dan bahu.

BACA JUGA:5 Lipstik Lokal Murah dan Awet Tahun 2026, Cantik Seharian Tanpa Bikin Kantong Jebol

BACA JUGA:Puasa Dzulhijjah 2026, Tarwiyah dan Arafah: Jadwal serta Niatnya

Selain itu, beberapa penderita juga mengalami gejala tambahan seperti mual, muntah, diare, dan nyeri perut. Karena gejalanya cukup umum, banyak orang memilih beristirahat di rumah tanpa memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Namun, kondisi dapat berkembang menjadi lebih serius dalam beberapa hari. Pada tahap lanjutan, virus hanta dapat menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan sesak napas akut akibat penumpukan cairan di paru-paru. Penderita juga bisa mengalami batuk berat, tekanan darah menurun drastis, hingga gangguan fungsi ginjal.

Dalam kasus yang parah, infeksi virus hanta dapat memicu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang berpotensi fatal jika tidak segera ditangani secara medis. Ada pula jenis lain yang disebut Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.

Cara Penularan Virus Hanta

Berbeda dengan flu biasa, virus hanta tidak mudah menular antar manusia pada sebagian besar jenis virusnya. Penularan utama justru berasal dari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi.

Seseorang bisa terpapar virus saat membersihkan gudang berdebu yang terdapat sarang tikus, menyapu kotoran tikus tanpa alat pelindung, atau tinggal di lingkungan yang kurang bersih dan menjadi tempat berkembang biaknya tikus.

BACA JUGA:6 Minuman Alami Pengganti Kopi yang Tetap Bikin Segar dan Fokus

Karena virus dapat menyebar melalui udara, aktivitas membersihkan ruangan tertutup tanpa ventilasi yang baik juga meningkatkan risiko infeksi. Itulah sebabnya penting menjaga kebersihan lingkungan rumah dan tempat kerja secara rutin.

Langkah Pencegahan Sejak Dini

Mencegah virus hanta sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi:

1. Menjaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan rumah dan area sekitar tetap bersih agar tidak menjadi sarang tikus. Buang sampah secara rutin dan simpan makanan dalam wadah tertutup.

2. Menutup Celah Masuk Tikus

Periksa lubang atau celah kecil di rumah, terutama di dapur, loteng, dan gudang. Tutup akses yang memungkinkan tikus masuk dan berkembang biak.

3. Hindari Menyapu Kotoran Tikus Secara Langsung

Saat menemukan kotoran atau sarang tikus, hindari membersihkannya dengan cara disapu karena partikel virus bisa beterbangan di udara. Gunakan cairan disinfektan atau pel basah untuk membersihkannya dengan aman.

4. Gunakan Masker dan Sarung Tangan

Jika harus membersihkan area yang berisiko terdapat tikus, gunakan masker dan sarung tangan untuk mengurangi kemungkinan terhirupnya partikel berbahaya.

5. Jaga Kebersihan Tangan

Cuci tangan menggunakan sabun setelah membersihkan ruangan, berkebun, atau melakukan aktivitas di area terbuka yang berpotensi menjadi habitat tikus.

6. Waspada Saat Berkemah atau Aktivitas Outdoor

Saat berkemah atau berada di alam bebas, hindari mendirikan tenda dekat sarang tikus dan jangan meninggalkan makanan terbuka yang bisa menarik hewan pengerat.

Pentingnya Penanganan Cepat

Karena gejalanya mirip flu, banyak kasus virus hanta terlambat terdeteksi. Padahal, penanganan medis yang cepat sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Jika mengalami demam tinggi, nyeri otot hebat, dan gangguan pernapasan setelah berada di lingkungan yang berisiko atau kontak dengan tikus, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab infeksi dan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien.

Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan virus hanta. Penanganan yang dilakukan umumnya berupa terapi suportif untuk membantu pernapasan dan menjaga fungsi organ tubuh pasien tetap stabil.

Sumber: