Komisi Eropa Sebut Risiko Hantavirus di Eropa Masih Rendah
Ilustrasi-kjpargeter-magnific
RADAR JABAR - Juru bicara Komisi Eropa, Eva Hrncirova, pada Senin menyatakan bahwa ancaman penyebaran Hantavirus bagi masyarakat Eropa saat ini masih tergolong rendah.
Dalam konferensi pers, Hrncirova menjelaskan bahwa penilaian terbaru dari World Health Organization menunjukkan risiko penularan hantavirus di kawasan Eropa belum berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Meski demikian, ia menegaskan perlindungan kesehatan masyarakat tetap menjadi fokus utama Komisi Eropa.
"Berdasarkan penilaian terbaru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), risiko hantavirus bagi masyarakat Eropa saat ini dinilai rendah," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Uni Eropa telah mengoordinasikan proses pemulangan warga negara anggota dari kapal pesiar MV Hondius selama akhir pekan.
BACA JUGA:Menkeu AS Scott Bessent Temui PM Jepang Jelang KTT Trump-Xi di Beijing
BACA JUGA:Hizbullah Klaim Lancarkan 24 Serangan ke Posisi Militer Israel di Lebanon Selatan
Sebanyak empat penerbangan repatriasi dijalankan pada Minggu melalui Mekanisme Perlindungan Sipil Uni Eropa. Operasi tersebut menggunakan sistem transportasi khusus dengan penerapan protokol kesehatan ketat guna menjaga keselamatan penumpang, awak pesawat, petugas operasional, dan masyarakat umum.
Diketahui bahwa Hantavirus sendiri merupakan kelompok virus dari famili Hantaviridae yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Gejala awal infeksi biasanya menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot.
Dalam kasus yang lebih serius, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat pada Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) atau menyebabkan perdarahan dan gagal ginjal pada Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS). Kondisi tersebut dapat berakibat fatal apabila tidak segera ditangani, dengan tingkat kematian HPS yang dilaporkan mencapai 40 persen.*
Sumber: