Insiden KRL di Bekasi Timur Sebabkan Keterlambatan Kereta hingga Empat Jam
Insiden KRL di Bekasi Timur Sebabkan Keterlambatan Kereta hingga Empat Jam--Antara
RADAR JABAR - Keterlambatan perjalanan kereta api terjadi pada sejumlah jadwal keberangkatan setelah insiden tabrakan antara kereta CommuterLine dan kereta diesel jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Salah satu penumpang, Rosmawati (42), mengungkapkan bahwa dirinya bersama keluarga harus menunggu tanpa kepastian jadwal keberangkatan menuju Banyuwangi. Ia mengatakan sejak tiba di Stasiun Bekasi, mereka hanya bisa menanti informasi lanjutan karena dampak kecelakaan tersebut.
Dalam tiket yang dimilikinya, kereta dijadwalkan berangkat pukul 12.30 WIB. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya keterlambatan cukup parah. Rosmawati menyebutkan bahwa berdasarkan informasi petugas, kereta lain yang seharusnya berangkat pukul 08.30 WIB baru bisa berjalan sekitar pukul 13.00 WIB.
Ia memperkirakan keberangkatannya juga akan mengalami penundaan hingga beberapa jam, bahkan kemungkinan mendekati waktu sore. Menurut informasi yang didapat, keterlambatan bisa mencapai sekitar empat jam.
Rosmawati juga mengaku belum menerima pembaruan resmi terkait jadwal terbaru, sehingga harus mencari informasi sendiri. Meski demikian, ia memahami bahwa keterlambatan terjadi akibat insiden yang tidak terduga.
Hal serupa dialami penumpang lain, Sri Sulastuti (50), warga Bekasi, yang hendak bepergian ke Purwokerto. Ia seharusnya berangkat pukul 13.38 WIB, tetapi hingga mendekati waktu tersebut belum ada kepastian keberangkatan. Sri menyebut gangguan jalur akibat kecelakaan menjadi penyebab utama keterlambatan.
Meski terdampak, Sri menilai kejadian ini sebagai musibah yang tidak bisa diprediksi. Ia mengaku masih bisa memaklumi kondisi tersebut, berbeda halnya jika keterlambatan terjadi tanpa alasan jelas.
Gangguan perjalanan ini diduga terjadi karena jalur rel belum sepenuhnya pulih pascakecelakaan, sehingga sejumlah perjalanan kereta harus dijadwal ulang atau menunggu lintasan kembali normal.
Hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai kapan seluruh jadwal perjalanan akan kembali normal di jalur tersebut.
Sementara itu, Polda Metro Jaya melaporkan bahwa jumlah korban dalam tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mencapai 15 orang. Rinciannya, 10 jenazah berada di RS Polri, tiga di RSUD Bekasi, serta masing-masing satu di RSU Bella dan RS Mitra Keluarga.
Selain itu, terdapat 76 korban luka-luka, meski belum dijelaskan secara rinci jenis cedera yang dialami para korban.
Sumber: