Harga Dolar Hari Ini: Rupiah Masih Bertahan di Level Rp17.200–Rp17.300
Ilustrasi-pvproductions-Freepik
RADAR JABAR - Harga dolar hari ini ke rupiah pada Jumat, 24 April 2026 pukul 16:46 WIB tercatat berada di kisaran Rp17.280 hingga Rp17.340 per dolar AS. Berdasarkan transaksi terkini di pasar spot, pergerakan kurs cenderung stabil di rentang Rp17.292 hingga Rp17.308.
Berdasarkan data resmi Bank Indonesia, kurs tengah USD/IDR ditetapkan di level Rp17.308. Sementara itu, kurs jual berada di angka Rp17.395 dan kurs beli di Rp17.221. Penetapan ini menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat nilai wajar rupiah terhadap dolar AS.
Untuk bank-bank komersial menunjukkan variasi nilai tukar. Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs beli di Rp17.250 dan kurs jual di Rp17.330 untuk layanan e-rate. Bahkan, pada transaksi tertentu seperti TT counter, kurs jual bisa mencapai Rp17.440.
Di sisi lain, Bank Mandiri mencatat kurs beli di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.056 dan kurs jual antara Rp17.228 hingga Rp17.250.
BACA JUGA:Promo JSM Alfamart 24-26 April 2026: Promina Serba Gratis, Indomie Beli 5 Lebih Hemat
BACA JUGA:Cek Harga Emas dan Perhiasan Hari Ini 24 April 2026, Ini Rinciannya
Secara tren, rupiah sempat dibuka menguat tipis di level Rp17.280 pada pagi hari, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.286.
Namun, dalam pergerakan intraday, rupiah mengalami tekanan dan melemah ke kisaran Rp17.300. Hal ini dipengaruhi oleh stabilnya indeks dolar AS yang berada di level 98,65, sehingga menahan penguatan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Pergerakan harga dolar hari ini diperkirakan masih akan fluktuatif hingga penutupan pasar. Analis memproyeksikan rupiah berpotensi bergerak dalam rentang Rp17.280 hingga Rp17.340, seiring dinamika pasar global dan sentimen terhadap dolar AS.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar dan masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan kurs secara berkala. Pasalnya, nilai tukar dapat berubah dengan cepat dipengaruhi berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun global, termasuk kebijakan moneter, kondisi ekonomi, serta geopolitik internasional.*
Sumber: