Iran Ancam Tutup Selat Strategis Jika Tekanan AS Terus Meningkat
Ilustrasi bendera Iran-wirestock-Freepik
RADAR JABAR - Iran dikabarkan mempertimbangkan langkah drastis dengan menutup Selat Bab al-Mandab, jalur pelayaran vital yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden, apabila Amerika Serikat terus memperketat blokade laut terhadapnya.
Berdasarkan laporan kantor berita Fars News Agency, Teheran telah menyusun daftar target potensial jika terjadi kembali serangan dari pihak AS maupun Israel. Iran disebut siap merespons setiap tindakan lawan, baik melalui serangan balasan maupun langkah preventif.
Dalam laporan tersebut, Iran juga disebut akan menyasar infrastruktur penting seperti pembangkit listrik serta fasilitas minyak dan gas milik Israel dan sekutu AS di kawasan Timur Tengah, jika aset serupa di wilayahnya menjadi target serangan. Selain itu, jika serangan asing menimbulkan korban di kalangan sipil maupun militer, Teheran berencana melumpuhkan pusat teknologi informasi di kawasan tersebut.
Skenario lain juga disiapkan apabila terjadi invasi darat oleh AS. Iran disebut akan melakukan operasi militer gabungan bersama sekutu regionalnya, sekaligus mendorong aksi dari masyarakat di negara-negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, termasuk upaya penangkapan personel militer Amerika.
BACA JUGA:Usulan Kontroversial: Italia Diminta Gantikan Iran di Piala Dunia di Tengah Ketegangan Politik
BACA JUGA:Hizbullah Luncurkan Serangan Balasan, Tuding Israel Langgar Gencatan Senjata
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di Iran yang menyebabkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur. Ketegangan sempat mereda setelah Washington dan Teheran menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.
Meski demikian, upaya negosiasi yang berlangsung di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan konkret. Di tengah situasi tersebut, AS justru mulai menerapkan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Presiden AS Donald Trump pada Selasa (21/4) menyatakan akan memperpanjang masa gencatan senjata, meskipun kebijakan blokade tetap dijalankan. Sehari kemudian, ia juga mengungkapkan bahwa peluang tercapainya perdamaian dengan Iran masih terbuka dalam waktu 36 hingga 72 jam ke depan.
Sumber: