Hadir di Lebaran Golok, Wali Kota Bogor Ingatkan Nilai Filosofis dan Historis Golok

Hadir di Lebaran Golok, Wali Kota Bogor Ingatkan Nilai Filosofis dan Historis Golok

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menghadiri Lebaran Golok di Setu Babakan, Perkampungan Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026).--Situs resmi Pemkot Bogor.

RADAR JABAR DISWAY - Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengingatkan tentang nilai filosofis dan historis golok saat menghadiri Lebaran Golok di Setu Babakan, Perkampungan Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu 12 April 2026.

 

 

 

Menurutnya, golok bukan sekadar alat, melainkan bagian dari jati diri masyarakat. Dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kandang Karesian yang ditulis di tahun 1518 Masehi, golok bahkan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.

 

 

 

“Hal ini menunjukkan bahwa apa yang kita rawat dan perjuangkan hari ini memiliki akar sejarah yang sangat kuat, bahkan lebih dari lima abad yang lalu,”kata Dedie Rachim, dikutip dari laman resmi Pemkot Bogor, Senin (13/4).

 

 

 

Lebih dari itu, ia menyebut golok juga mengandung nilai filosofis, historis, dan estetika yang tinggi.

 

BACA JUGA:Pemkot Bogor Berikan Apresiasi kepada Pelajar yang Berprestasi di Tingkat Internasional

BACA JUGA:Buka Bimbingan Manasik Haji, Wali Kota Bogor: Siapkan Kesehatan

 

 

 

“Ketajamannya melambangkan ketajaman berpikir, sementara keindahan pamor dan gagangnya mencerminkan keluhuran budi pekerti masyarakat Pasundan, dari Jawa Barat hingga Banten dan DKI Jakarta,” tutur dia.

 

 

 

Untuk diketahui, Lebaran Golok mengusung tema “Golok Road to UNESCO” dan menampilkan berbagai seni budaya, sarasehan budaya, seni bela diri, serta perilisan buku.

 

 

 

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendukung penuh inisiatif “Golok Road to UNESCO” yang merupakan langkah strategis menuju pengakuan internasional sebagai warisan budaya dunia.

 

BACA JUGA:Kota Bogor Siap Laksanakan WFH Nasional Setiap Jumat, Evaluasi Berkala Per 2 Bulan

BACA JUGA:Imbauan Wali Kota Bogor: Warga Jangan Berbelanja di Lapak PKL Eks Pasar Bogor

 

 

 

Dedie Rachim mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat literasi budaya agar warisan leluhur tidak hanya dilestarikan, namun juga dipahami nilai dan maknanya oleh generasi penerus.

Sumber: