Starmer dan Pangeran Saudi Bahas Iran dan Pembukaan Selat Hormuz
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. --ANTARA/Anadolu/py/am
RADAR JABAR - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengadakan pertemuan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Jeddah untuk membahas perkembangan situasi di Iran serta isu strategis terkait Selat Hormuz.
Dalam keterangan resmi Kantor Perdana Menteri Inggris pada Rabu (8/4), Starmer membuka pembicaraan dengan menyambut adanya gencatan senjata. Ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat upaya menuju perdamaian yang berkelanjutan.
"PM Starmer memulai pembicaraan dengan menyambut gencatan senjata dan menjelaskan bagaimana upaya yang saat ini harus difokuskan untuk menegakkan dan menjadikan perdamaian yang langgeng,"
Starmer juga menyoroti bahwa saat ini merupakan waktu krusial untuk melanjutkan langkah-langkah guna membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
BACA JUGA: Militer AS Bertahan di Iran Sampai Implementasi Kesepakatan Tuntas
BACA JUGA: Harga BBM Melonjak, Kasus Pencurian Bahan Bakar di Jerman Ikut Naik
"Dia juga membahas upaya berkelanjutan Inggris untuk mengumpulkan para mitra guna menyepakati dan merencanakan langkah-langkah praktis yang diperlukan untuk memberikan jaminan bagi pelayaran untuk melintasi Selat tersebut," imbuh pernyataan tersebut.
Selain itu, Inggris tengah berupaya menggalang kerja sama dengan berbagai mitra internasional untuk merumuskan tindakan konkret demi menjamin keamanan pelayaran di kawasan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Starmer turut menyampaikan apresiasi kepada Arab Saudi atas perlindungan terhadap warga negara Inggris. Kedua pihak juga membahas potensi peningkatan kerja sama di sektor pertahanan dan keamanan.
Di waktu yang sama, laporan dari media Iran menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Faisal bin Farhan Al Saud untuk membahas dinamika terbaru di kawasan.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan persetujuan gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan, serta menyatakan bahwa Teheran bersedia membuka kembali Selat Hormuz.
Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkapkan rencana perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (10/4) di Islamabad, Pakistan.*
Sumber: