Bupati Bandung Dadang Supriatna Tekankan Peran Tirta Raharja untuk Menghadapi Cuaca Ekstrem
Bupati Bandung Dadang Supriatna (tengah) bersama Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja Tedy Setiabudi (kanan) saat memimpin pertemuan di kantor Perumda Tirta Raharja, Cimahi, Selasa (7/4/2026).--Siaran Pers
RADAR JABAR DISWAY - Bupati Bandung, Dadang Supriatna, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Perumda Air Minum Tirta Raharja di Kota Cimahi pada Selasa 7 April 2026 kemarin.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dengan sapaan akrab Kang DS itu menegaskan, ketersediaan air bersih harus menjadi prioritas utama lantaran berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Perumda Tirta Raharja perlu memperkuat langkah mitigasi dalam menghadapi cuaca ekstrem dan fenomena El Nino. Demi pelayanan tetap berjalan tanpa gangguan, ia mendorong penyiapan standar operasional prosedur (SOP) darurat, kesiapan sumber daya manusia selama 24 jam, serta pengaturan distribusi air berbasis zonasi.
BACA JUGA:Bupati Bandung Teken MoU PSEL, Era Baru Pengelolaan Sampah Dimulai
BACA JUGA:Dukung Visi Energi Nasional, Kang DS Perkuat Peran Daerah dalam Proyek PLTS melalui APKASI
Di sisi lain, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Raharja, Tedy Setiabudi, mengungkapkan bahwa jumlah Sambungan Langganan (SL) telah mencapai 121.000 hingga 31 Desember 2025. Capaian ini merepresentasikan cakupan layanan sebesar 12,5 persen dari kebutuhan air minum aman bagi warga Kabupaten Bandung.
Tedy menambahkan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan layanan secara bertahap pada tahun 2026, khususnya bagi masyarakat yang belum mendapatkan akses air minum layak.
“Di tahun 2026, kami akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat Kabupaten Bandung yang belum mendapatkan air minum aman dapat segera terlayani oleh Perumda Tirta Raharja,” ujarnya.
Menutup kunjungan, Dadang mengapresiasi kinerja Perumda Tirta Raharja yang kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) berdasarkan hasil audit keuangan tahun 2025. Dirinya menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh jajaran manajemen serta dewan pengawas.
“Mempertahankan predikat WTP bukan hal mudah. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan kekompakan agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal." Pungkasnya.
Sumber: