Ketum PSSI Berterima kasih Atas Kepercayaan FIFA
Ketum PSSI Berterima kasih Atas Kepercayaan FIFA--Antara
RADAR JABAR - Ketua Umum PSSI yakni Erick Thohir berterima kasih atas kepercayaan FIFA kepada Indonesia untuk menjadi salah satu tuan rumah FIFA Series, pertama kalinya sepanjang sejarah sepak bola nasional.
Erick, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, menyampaikan apresiasi tersebut kepada Presiden FIFA Gianni Infantino, Presiden Prabowo Subianto dan Pemerintah Indonesia.
"Mudah-mudahan dengan penyelenggaraan FIFA Series ini, kita juga diberi kesempatan oleh FIFA. Kalau ada turnamen FIFA lainnya, ya, kita dicoba lagi. Paling tidak kita sudah mencoba yang terbaik untuk FIFA," ujar Erick yang dikutip dari laman Antara.
FIFA sendiri memuji keberhasilan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA Series 2026. FIFA Director for Asia and Oceania, Sanjeevan Balasingam, menilai Indonesia menunjukkan profesionalisme tinggi dalam penyelenggaraan turnamen, dengan dukungan kuat dari pemerintah dan antusiasme besar publik terhadap sepak bola.
Bahkan, FIFA membuka peluang agar Indonesia kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah pada masa mendatang.
Sementara itu, Erick juga menyoroti penampilan timnas Indonesia yang tetap layak diapresiasi meski harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 pada partai final FIFA Series 2026, Senin (30/3).
Dalam pandangan Erick, laga final memperlihatkan bahwa Indonesia mampu bermain kompetitif melawan lawan Eropa yang memiliki pengalaman dan kualitas tinggi.
"Kita melawan tim yang tidak bisa dianggap remeh, yang pernah semifinal (Piala Dunia-red) pada tahun 1994. Dan banyak pemain yang bermain di Eropa. Memang ini kesempatan bagus buat kita untuk menaikkan kualitas tim nasional. Dan tentu seperti semua media saksikan, coach John (John Herdman-red) sudah berhasil sejauh ini mentransformasi timnas," tuturnya.
Selain itu, Erick menyebut manfaat FIFA Series tidak berhenti pada tim nasional putra. Dia memastikan timnas putri Indonesia akan memperoleh kesempatan tampil pada FIFA Series di Thailand, sehingga program pembinaan tim nasional dapat terus berjalan secara berkesinambungan.
Sumber: