Prancis Minta Sidang Darurat DK PBB Setelah Situasi di Lebanon Memanas

Prancis Minta Sidang Darurat DK PBB Setelah Situasi di Lebanon Memanas

Foto kondisi bangunan yang rusak akibat serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Senin (9/3/2026). Menurut Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah meningkat menj--ANTARA FOTO/ Xinhua/Bilal Jawich/tom.

RADAR JABAR - Pemerintah Prancis meminta digelarnya pertemuan darurat di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyusul meningkatnya ketegangan dan memburuknya kondisi keamanan di Lebanon. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, pada Senin (9/3).

Melalui pernyataan di platform X, Barrot menyebut situasi di Lebanon saat ini memburuk dengan sangat cepat sehingga memerlukan perhatian mendesak dari komunitas internasional.

“Karena situasi di Lebanon memburuk dengan cepat, Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” ujar Barrot dalam pernyataannya.

Selain mengajukan sidang darurat, pemerintah Prancis juga mengumumkan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Lebanon yang terdampak konflik. Paris telah menyiapkan dana darurat sebesar 6 juta euro atau sekitar 6,9 juta dolar AS, setara kurang lebih Rp117 miliar.

BACA JUGA:Anak Donald Trump Investasi di Perusahaan Drone Powerus yang Bidik Kontrak Pentagon

BACA JUGA:Uni Eropa Desak Israel Hentikan Operasi Darat di Lebanon dan Serukan Deeskalasi

Bantuan tersebut akan disalurkan melalui sejumlah organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Lebanon untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan.

Tak hanya itu, pemerintah Prancis juga mengaktifkan dana khusus melalui pusat krisis Kementerian Luar Negeri guna mempercepat respons darurat terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.

Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, Prancis juga mempersiapkan pengiriman bantuan tambahan ke Lebanon dengan total berat mencapai 20 ton. Bantuan ini diperkirakan akan berisi kebutuhan penting seperti logistik, perlengkapan medis, dan bantuan darurat lainnya bagi para pengungsi.

Di sisi diplomatik, Paris terus melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Israel dan Lebanon. Tujuan dari pembicaraan tersebut adalah untuk meredakan ketegangan, mencegah konflik semakin meluas, serta menjaga stabilitas kawasan.

Barrot menjelaskan bahwa Prancis juga mendorong tercapainya gencatan senjata antara kedua pihak. Selain itu, Prancis berupaya mendukung proses pelucutan senjata kelompok Hizbullah agar situasi keamanan di Lebanon dapat kembali terkendali.

BACA JUGA:OKI Kecam Kekerasan Pemukim Israel terhadap Warga Palestina di Tepi Barat

BACA JUGA:Klaim Trump: Harga Minyak Akan Turun Setelah Ancaman Nuklir Iran Dinetralisasi

Ketegangan terbaru di kawasan tersebut dipicu oleh serangan roket yang diluncurkan dari wilayah Lebanon ke arah Israel pada 2 Maret. Kelompok Hizbullah kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Sumber: