Bank Sentral Uni Emirat Arab Tegaskan Perbankan Siap Menghadapi Gejolak

Bank Sentral Uni Emirat Arab Tegaskan Perbankan Siap Menghadapi Gejolak

Bank Sentral Uni Emirat Arab Tegaskan Perbankan Siap Menghadapi Gejolak--Antara

RADAR JABAR - Gubernur Central Bank of the United Arab Emirates, Khaled Mohamed Balama menegaskan bahwa sektor perbankan dan keuangan di Uni Emirat Arab tetap menunjukkan ketahanan serta stabilitas yang kuat meskipun kawasan sedang menghadapi berbagai dinamika geopolitik.

Dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat, Balama menyampaikan bahwa seluruh bank, lembaga keuangan, dan perusahaan asuransi di negara tersebut masih beroperasi secara normal. Ia memastikan layanan kepada nasabah dan masyarakat tetap berjalan lancar dan efisien tanpa gangguan di seluruh wilayah UEA.

Menurut Balama, keberlanjutan stabilitas ini tidak lepas dari peran penting Bank Sentral yang terus menjaga kekuatan sistem perbankan dan keuangan nasional melalui kebijakan yang tepat serta dukungan dari kepemimpinan negara.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun kawasan mengalami sejumlah perkembangan geopolitik dalam beberapa waktu terakhir, sektor perbankan dan keuangan UEA tetap mampu bertahan, beradaptasi, serta berkembang secara berkelanjutan.

Kondisi tersebut semakin memperkokoh posisi UEA sebagai salah satu tujuan investasi yang aman dan terpercaya sekaligus pusat keuangan penting di tingkat regional maupun global.

Balama menilai stabilitas yang terjaga hingga saat ini merupakan hasil dari fondasi sistem keuangan yang kuat. Sistem tersebut dibangun di atas prinsip tata kelola yang baik, disiplin kelembagaan, diversifikasi sektor keuangan, manajemen risiko yang proaktif, serta kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai perkembangan di kawasan.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa sektor perbankan dan keuangan UEA masih mempertahankan tingkat kecukupan modal dan likuiditas yang sangat solid.

Saat ini, rasio kecukupan modal tercatat sekitar 17 persen, sementara rasio cakupan likuiditas berada di atas 146,6 persen. Kedua angka tersebut jauh melampaui standar minimum yang direkomendasikan oleh lembaga pengawas internasional dan institusi keuangan global.

Tidak hanya itu, total aset sektor perbankan dan keuangan UEA juga telah melampaui 5,42 triliun dirham atau sekitar Rp25 kuadriliun. Angka ini mencerminkan besarnya skala dan kekuatan lembaga keuangan yang beroperasi di negara tersebut, sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam memenuhi berbagai kewajiban serta menopang aktivitas ekonomi dalam berbagai kondisi.

Balama menambahkan bahwa sistem perbankan, sistem pembayaran, serta infrastruktur keuangan nasional UEA hingga kini masih berjalan dengan stabil dan efisien.

 

Menurutnya, sistem tersebut didukung oleh kerangka operasional serta teknologi modern yang memastikan keamanan, kelancaran, dan keberlanjutan layanan keuangan bagi masyarakat tanpa hambatan.

Sumber: