Unjuk Rasa di Lembur Pakuan Memanas, Diduga Ada Simpatisan KDM Halangi Demonstran
LSM Pemuda dan Mahasiswa ketika gelar aksi di Lembur Pakuan Subang.--
RADAR JABAR - Aksi unjuk rasa dilakukan oleh massa dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda dan Mahasiswa, dihadang sejumlah orang yang diduga merupakan simpatisan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Koordinator Aksi, Andri Hidayat mengaku, jika penghadangan aktivitas unjuk rasa benar terjadi terhadap LSM Pemuda dan Mahasiswa di Lembur Pakuan Subang.
Dia menilai, penghadangan yang dialami pihaknya, merupakan bentuk perlawanan nyata dari pihak KDM beserta pejabat Provinsi Jawa Barat.
"Perlawanan nyata dari KDM beserta pejabat Provinsi Jawa Barat yang diboyong dari Purwakarta, dan salah satunya Kepala Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar," katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (20/2).
BACA JUGA:Bupati Bandung Lantik 7 Pejabat Tinggi dan Puluhan Pejabat Administrator dan Fungsional
BACA JUGA:Rotasi dan Promosi 154 Pejabat, Kang DS Perkuat Konsolidasi Menuju Kabupaten Bandung Lebih Bedas!
Diketahui, aksi unjuk rasa yang berujung penghadangan tersebut, terjadi ketika LSM Pemuda dan Mahasiswa, melanyuarakan aspirasi di kediaman Kang Dedi Mulyadi (KDM) yakni di Lembur Pakuan Subang pada Kamis, 19 Februari 2026.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat penghadangan dan penolakan dari sejumlah massa yang diduga simpatisan atau orang suruhan Kang Dedi Mulyadi (Demul).
Meski demikian, massa dari LSM Pemuda dan Mahasiswa tetap melanjutkan aksi mereka, kemudian berorasi dan menyampaikan aspirasinya.
"Ada banyak permasalahan di Dinas Bina Marga dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat yang perlu dilakukan evaluasi secara konfrehensip oleh Gubernur Jawa Barat," ujar Andri.
BACA JUGA:Masuk Tahun Kedua, Genjot Infrastruktur, Tingkatkan Ekonomi Rakyat dan Serapan Tenaga Kerja
"Dari mulai buruknya umur layanan jalan yang tidak sesuai rencana, hingga isu orang dekat KDM yang menjadi broker atau mafia proyek di sejumlah Dinas," lanjutnya.
Andri juga menyampaikan, jika pihaknya dalam hal ini telah berulang kali menggelar aksi unjuk rasa baik di Dinas Bina Marga, Dinas Pendidikan, maupun di kantor Gubernur Jawa Barat Gedung Sate.
Sumber: