LS Vinus Nilai Sektor Pendidikan Indonesia akan Berat Capai Generasi Emas

LS Vinus Nilai Sektor Pendidikan Indonesia akan Berat Capai Generasi Emas

Pendiri LS Vinus Yusfitriadi saat acara diskusi yang bertajuk Dibawa Kemana Peta Jalan Pendidikan Kabupaten Bogor, pada Rabu (26/2). Foto : Regi--

RADAR JABAR - Pengamat kebijakan publik Yusfitriadi menilai, mewujudkan generasi yang dapat membanggakan Indonesia dalam hal pendidikan akan berat.

Dia menyampaikan hal tersebut, pada acara yang bertajuk "Dibawa Kemana Peta Jalan Pendidikan Kabupaten Bogor".

Yus, sapaan akrabnya, menjelaskan masih terdapat sekolah yang tidak memiliki karakter unggul untuk mendorong siswa menjadi generasi emas.

"Misalnya guru tidak memiliki karakter, Kepsek tidak punya karakter atau dinas dan kementeriannya tidak punya karakter termasuk masyarakatnya," kata Yus di Sekretariat Nasional LS Vinus, Cibinong, Kabupaten Bogor.

 

BACA JUGA:Founder LS Vinus: Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Bogor adalah Pasangan Dwi Tunggal

BACA JUGA:Hasil Quick Count LS Vinus, Paslon Rudy-Jaro Unggul Telak dalam Pilkada Bogor 2024

 

"Itu saya pikir akan berat untuk kita bisa mewujudkan generasi-generasi yang bisa membanggakan," lanjutnya.

Ia mengungkapkan, sering kali melihat pada media sosial tentang kenakalan remaja dan penyimpangan karakter pelajar, seperti tawuran, siswa melawan guru hingga orang tua.

"Kita sering melihat di berbagai media misalnya siswa tawuran siswa melawan guru, siswa lawan orang tua," ungkap dia, pada Rabu (26/2/2025).

Kemudian, Pendiri LS Vinus itu mengatakan, saat ini ramai kepala sekolah melakukan pungutan liar dengan program yang tidak efektif.

"Begitupun ramai kepala sekolah yang banyak melakukan pungutan liar hari ini dengan program program yang tidak efektif dan tidak efisien dan memberatkan orang tua siswa," kata dia.

Selain itu, dirinya menambahkan, terkait peran pengawasan anggota legislatif dan kementerian yang tidak dapat mengontrol berbagai macam praktek penyimpangan pada dunia pendidikan.

Sumber: