Persetujuan Uni Eropa terhadap Akuisisi Nippon Steel terhadap Produsen Baja AS

Persetujuan Uni Eropa terhadap Akuisisi Nippon Steel terhadap Produsen Baja AS

Potret proses pembuatan baja--Freepik/fanjianhua

RADAR JABAR - Komisi Eropa telah memberikan persetujuan pada Senin (6/5) untuk akuisisi United States Steel Corp. oleh Nippon Steel Corp. dari Jepang. Mereka yakin bahwa kesepakatan tersebut tidak akan menimbulkan masalah persaingan karena posisi pasar perusahaan yang terbatas.

Menurut laporan dari Kantor Berita Jepang, Jiji, akuisisi yang direncanakan telah disetujui oleh pemegang saham US Steel bulan lalu. Namun, serikat pekerja United Steelworkers menentang kesepakatan tersebut.

BACA JUGA:PBB Minta Gencatan Senjata, Hamas Setujui, Tapi Israel Tetap Bebal Serang Rafah

Presiden AS Joe Biden dan mantan Presiden AS Donald Trump, yang akan bersaing dalam pemilihan presiden pada November mendatang, juga menunjukkan sikap hati-hati terhadap kesepakatan tersebut.

Nippon Steel menyatakan pada awal bulan ini bahwa mereka akan menunda penyelesaian akuisisi hingga Desember dari September karena mereka menerima permintaan informasi tambahan dari Departemen Kehakiman AS.

BACA JUGA:Israel Sekali Lagi Halangi Komisaris Jenderal UNRWA Masuk ke Gaza

Peninjauan yang dimaksud merupakan peninjauan terhadap kesepakatan berdasarkan undang-undang antimonopoli AS.

Pada bulan Maret, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyuarakan penolakan terhadap rencana akuisisi United States Steel Corp. oleh Nippon Steel Corp karena ia merasa bahwa perusahaan baja tersebut seharusnya dimiliki secara domestik.

BACA JUGA:Kantor Konsul Kehormatan Hungaria untuk Indonesia Resmi Dibuka di Bandung

“Penting bagi kita untuk mempertahankan perusahaan baja Amerika yang kuat dan didukung oleh pekerja baja Amerika. Saya mengatakan kepada pekerja baja kita bahwa saya mendukung mereka, dan saya bersungguh-sungguh,” ujar Biden.

Pernyataan tersebut disampaikan Biden seiring dengan dukungan yang semakin signifikan dari serikat buruh dalam upayanya untuk terpilih kembali sebagai presiden Amerika Serikat pada pemilihan di November mendatang. Hal ini kemungkinan akan membuat rencana Jepang untuk membeli produsen Amerika Serikat senilai 14 miliar dolar AS (Rp218,7 triliun) menjadi isu politik yang lebih besar.*

Sumber: antara