Bahaya Atau Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa? Simak Penjelasannya!

Bahaya Atau Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa? Simak Penjelasannya!

Bahaya Atau Tidak Dehidrasi Saat Berpuasa Simak Penjelasannya!--Sumber gambar: freepik.com

RADAR JABAR - Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah kepada umat Muslim di seluruh dunia, dengan pahala yang terus bertambah dan juga dapat memperbaiki kesehatan tubuh.

Meskipun begitu, dehidrasi sering kali menjadi masalah umum selama puasa karena tubuh kehilangan cairan tanpa mendapat penggantian. Kondisi kekurangan air dalam tubuh selama puasa tercermin dari konsentrasi urine yang tinggi, namun dengan begitu orang yang berpuasa disebutkan tidak mengalami penurunan volume urine.

Ini menunjukkan bahwa tubuh tidak mengalami dehidrasi parah. Selain itu, kadar natrium, kalium, dan ekskresi yang larut juga cenderung menurun, sementara osmolalitas urine meningkat dibandingkan dengan kondisi di luar bulan Ramadan.

 

BACA JUGA: Simak, 6 Pilihan Minuman yang Dapat Mencegah Dehidrasi Saat Berpuasa

 

Pada akhir bulan Ramadan, osmolalitas urine pada siang hari mencapai puncaknya, sementara pada malam hari juga mengalami peningkatan signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan tambahan terjadi karena kekurangan cairan pada hari tersebut.

Osmolalitas urine adalah ukuran konsentrasi zat terlarut dalam urin, yang biasanya diukur dalam miliosmol per kilogram air (mOsm/kg). Osmolalitas urine mencerminkan kemampuan tubuh untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

Saat osmolalitas urine tinggi, ini menandakan bahwa urin lebih terkonsentrasi, yang bisa mengindikasikan bahwa tubuh sedang berusaha mempertahankan cairan dengan menyaring lebih sedikit air dari darah ke dalam urin. Dalam konteks puasa Ramadan, osmolalitas urine sering digunakan sebagai indikator dehidrasi atau kondisi keseimbangan cairan tubuh selama periode puasa.

Untuk mengatasi terjadinya dehidrasi saat berpuasa sebaiknya lebih rajin mengontrol diri, Berikut beberapa tips untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi saat berpuasa selama bulan Ramadan:

1. Minum banyak air saat berbuka puasa (iftar) dan sahur. Pastikan untuk minum air yang cukup selama waktu antara berbuka puasa dan sahur untuk membantu tubuh mendapatkan cairan yang diperlukan.

2. Hindari minuman yang mengandung kafein dan berlebihan gula, seperti minuman bersoda atau minuman berenergi, karena ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

3. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan segar dan sayuran, agar mendapatkan cairan tambahan dari makanan.

 

Sumber: halodoc.com