Bangsa Eropa Baru Mengenal Mandi Saat Kedatangan Umat Muslim, Para Bangsawan Sangat Bau

Bangsa Eropa Baru Mengenal Mandi Saat Kedatangan Umat Muslim, Para Bangsawan Sangat Bau

Raja Louis 14 (kiri) Ratu Elisabet I (kanan) yang erat kaitannya dengan sejarah mandi di Eropa.-Ist-

RADAR JABAR - Tahukah Anda bahwa budaya mandi menggunakan sabun, gosok gigi, potong rambut, dan membersihkan pakaian adalah tradisi kebersihan yang diperkenalkan oleh Muslim kepada orang-orang Eropa?

Sebelumnya, orang Eropa tidak memiliki kebiasaan mandi, bahkan dianggap tabu bagi rakyat jelata sampai para bangsawan sekalipun. Mandi dianggap sebagai tanda perselingkuhan. Kebiasaan mandi secara teratur di Eropa dimulai saat Pasukan Islam memasuki wilayah tersebut, dimulai dari Spanyol pada abad ke-8 Masehi.

Di sana, mereka berinteraksi dengan orang-orang Muslim yang disebut sebagai orang Moor (orang dari selatan). Sebagian besar Pasukan Islam berasal dari Kekhalifahan Turki, dan kebiasaan mandi orang-orang Muslim dikenal sebagai mandi Turki.

Istilah "mandi Turki" menjadi dikenal ketika orang Eropa pertama kali mengenal tempat pemandian umum di ibu kota Kekhalifahan Utsmani. Bayangkan bau badan seseorang yang tidak mandi selama seminggu; orang Eropa pada masa itu hanya mandi beberapa kali sepanjang hidup mereka.

Tak heran mereka merasa malu ketika berinteraksi dengan orang Muslim karena bau tubuh mereka yang tidak sedap. Saat Rusia menggambarkan Raja Prancis Louis 14, mereka menyatakan bahwa baunya lebih busuk daripada bau binatang buas.

Bahkan, istri Raja Louis dilaporkan jarang mengganti pakaian untuk mengatasi bau badan, dan sang ratu biasanya menyemprotkan parfum sebanyak mungkin ke tubuhnya.

BACA JUGA:Manfaat Mandi Jam 12 Malam untuk Kesehatan Menurut Islam

Orang Rusia sendiri dijelaskan oleh musafir Ahmad bin Fadlan sebagai ciptaan Tuhan yang paling kotor, tidak terhindar dari air seni atau kotoran. Mereka bahkan melakukan kencing di dinding istana di hadapan orang-orang.

Ratu Isabella, yang menjadi orang pertama yang membunuh Muslim di Andalusia, mengaku hanya mandi dua kali seumur hidupnya: saat lahir dan saat menikah. Ia juga menghancurkan pemandian di Andalusia.

Ratu Elizabeth I dikenal oleh banyak sejarawan karena memiliki gigi yang hitam, dengan nafasnya yang ditutupi oleh bedak wangi sepanjang waktu untuk menyamarkan bau tubuhnya.

Raja Filip II dari Spanyol melarang mandi di negaranya, sementara putrinya, Isabella II, bersumpah untuk tidak mengganti pakaian dalamnya sampai pengepungan kota yang berlangsung selama 3 tahun selesai.

Pada masa itu, baik bangsawan maupun rakyat jelata di Eropa jarang mandi, tidak merawat rambut, dan tidak mengenal kebiasaan menyikat gigi.

Kebiasaan menyikat gigi diperkenalkan oleh orang Islam, yang telah lama mengenal cara membersihkan gigi dengan kayu Siwak atau miswak. Orang Eropa mulai menyikat gigi setelah mengenal Siwak; sebelumnya, mereka hanya membersihkan mulut dengan berkumur-kumur.

Produksi pasta gigi baru muncul di Eropa pada abad ke-18. Budaya mandi di Eropa pun baru mulai pada abad itu meski belum lumrah untuk sebagian besar orang di sana.

Sumber: