Pemkot Bandung Berupaya Tingkatkan PAD Melalui TP2DD

Pemkot Bandung Berupaya Tingkatkan PAD Melalui TP2DD

Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono saat menghadiri kegiatan rapat implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (EPTD) di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (20/11--ANTARA/HO-Pemkot Bandung

RADAR JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, terus berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sekaligus menunjukkan komitmen terhadap akuntabilitas melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Bambang Tirtoyuliono, menyatakan bahwa mereka memiliki sistem informasi yang bertujuan memudahkan penyusunan program dengan dampak penggunaan PAD yang lebih efektif dan efisien.

"Kita punya sistem informasi untuk memudahkan menyusun program yang implikasinya penggunaan PAD yang efektif dan efisien," ujar Bambang Tirtoyuliono, di Bandung, Senin (20/11).

Pj Wali Kota juga menekankan bahwa PAD Kota Bandung telah memberikan kontribusi yang signifikan. Dengan menyelaraskan berbagai infrastruktur pendapatan, pelayanan publik dapat menjadi lebih transparan, terukur, dan efisien melalui digitalisasi.

BACA JUGA:Dinkes Jabar Lakukan Penyelidikan Terhadap Kasus Keracunan Makanan di Purwakarta

 

"Semua sudah dengan digital, artinya pekerjaan rumah kita tinggal menyelaraskan sistem informasi yang sudah kita bangun. Harus dielaborasikan antara infrastruktur pendapatan dan belanja,"  ungkap Bambang.

 

Dia menambahkan bahwa pada tahun 2024, Pemkot Bandung telah mempersiapkan penggunaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) untuk kegiatan belanja pemerintah daerah, mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan dan perluasan digitalisasi.

 

"Tahun 2024 sudah dipersiapkan infrastrukturnya, paling tidak, dimulai dulu untuk 10 perangkat daerah berbelanja menggunakan kartu kredit. Sehingga 2025 semua organisasi perangkat daerah sudah menggunakan kartu kredit untuk berbelanja," katanya.

BACA JUGA:Pemkot Cirebon Berhasil Turunkan Angka Stunting Sebanyak 13 Persen per Tahun

 

Pemkot Bandung juga terus melakukan pembaharuan terkait integrasi data untuk menjadikan semua layanan publik lebih efektif. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyebutkan bahwa hasil TP2DD 2023 untuk tingkat kota menempatkan Kota Bandung di peringkat delapan se-Jawa-Bali, dengan skor 81,26.

 

Sumber: antara