Parlemen Turki Boikot Produk-produk yang Diduga Pro-Israel

Parlemen Turki Boikot Produk-produk yang Diduga Pro-Israel

Parlemen Turki Boikot Produk-produk yang Diduga Pro-Israel-Bendera Turki-Pixabay

Radar Jabar – Parlemen Turki melakukan boikot terhadap produk-produk yang diduga mendukung Israel dalam situasi terjadinya konflik di Gaza. Sebanyak dua di antara produk-produk tersebut adalah nama besar seperti Nestle dan Coca Cola.

 

Kabar itu berdasarkan pernyataan parlemen serta sumber yang menyebutkan kedua perusahaan tersebut. Nestle dan Coca Cola telah dihapus dari menu restoran atau kafetaria di kawasan parlemen Turki, hari Selasa (7/11).

 

“Produk dari perusahaan yang mendukung Israel tidak akan dijual di fasilitas di parlemen, seperti restoran, kafetaria, dan kedai teh,” bunyi keterangan resmi parlemen Turki, seperti dikutip dari berbagai sumber.

 

BACA JUGA:Setelah Ramainya Baikot, McDonald's Indonesia Donasi Bantuan Palestina Senilai Rp1,5 Miliar

 

Ketua parlemen Numan Kurtulmus mengambil keputusan tersebut tanpa mengungkapkan nama-nama perusahaan terduga pro-Israel. Namun dua sumber parlemen Turki mengatakan kepada Reuters seperti dilansir dari cnnindonesia.com, produk Nestle dan Coca Cola saja yang saat ini ditarik dari daftar menu di restoran, kafe, dan kedai di kompleks parlemen.

 

Sumber itu juga menyebut bahwa keputusan Numan itu adalah bentuk respons atas tuntutan dan permintaan warga Turki.

 

“Kantor Ketua Parlemen tidak tinggal diam terhadap kemarahan masyarakat dan memutuskan untuk menghapus produk perusahaan-perusahaan tersebut dari menu kafe dan restoran di Parlemen,” ucap sumber tersebut.

 

BACA JUGA:Viral Dua Tentara Israel Mati Konyol Usai Ancam Bunuh Anak-Anak Palestina

 

Melansir dari Republika, para aktivis Turki dalam beberapa hari terakhir telah menyebutkan Coca Cola dan Nestle dalam unggahan media sosialnya. Mereka menyerukan boikot terhadap barang-barang Israel dan perusahaan-perusahaan Barat yang disebut mendukung pemerintahan Zionis.

 

Hingga tulisan ini dibuat, pihak Nestle dan Coca Cola belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait keputusan dari parlemen Turki tersebut.

 

Sumber: berbagai sumber.

Sumber: