Jelang Ramadhan, Komoditas di Kota Cimahi Merangkak Naik

Jelang Ramadhan, Komoditas di Kota Cimahi Merangkak Naik

Pemkot Cimahi lakukan sidak di sejumlah pasar jelang ramadhan.--

RADARJABAR.ID, - Jelang memasuki bulan Ramadan, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok (sembako) di Kota Cimahi merangkak naik. Termasuk daging sapi yang kini menyentuh Rp 150 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu terpantau di semua pasar tradisional di Kota Cimahi pada Selasa (21/3/2023) pagi, saat Pemerintah Kota Cimahi melaksanakan sidak harga bahan pokok ke Pasar Cimindi.

Selain harga daging sapi, ternyata kenaikan harga pun terjadi pada daging ayam, beras, hingga minyak goreng kemasan bersubsidi (Minyakita) yang terpantau tinggi harganya.

Seorang pedagang daging sapi di Pasar Cimindi Iis Sumartini (52) menuturkan untuk harga daging sapi memang terdapat kenaikan harga 10 ribu rupiah.

"Iya daging sapi sekarang rata-rata naiknya Rp 10 ribu per kilogram. Paling mahal ada yang sampai Rp 150 ribu dari awalnya Rp 140 ribu," tutur Iis salah seorang pedagang Pasar Cimindi.

Iis pun tidak mengetahui pasti penyebab naiknya harga daging sapi, namun ia pastikan jika kenaikan harga menjelang Ramadan ini memang kerap terjadi setiap tahunnya. 

"Naiknya kan udah dari sananya. Setiap tahun jelang bulan puasa atau lebaran kan biasanya selalu naik," kata Iis.

Di Pasar Cimindi ini, Selain harga daging sapi, harga daging ayam juga mengalami kenaikan yang rata-rata pedagang menjualnya Rp 35 ribu per kilogram menjelang bulan Ramadan ini. Begitupun dengan harga beras yang lagi-lagi ikut naik.

"Untuk beras juga ikut naik, sekarang yang medium udah Rp 11 ribu per kilogram, premium Rp 12.400. Sebelumnya sempet turun, sekarang naik lagi," kata seorang pedagang bahan pokok, Ajeng Nuclea (26).

Selain harga naik, pasokan beras ke pasar tradisional di Kota Cimahi menurutnya kini kembali berkurang. Padahal merujuk musim, Maret hingga April ini sudah memasuki masa panen raya.

"Yang katanya sih karena faktor cuaca, jadi petaninya mengalami kendala penjemuran padi karena hujan terus. Tapi mudah-mudahan kedepannya gak makin naik terus, " ungkapnya.

Sedangkan untuk minyak goreng kemasan bersubsidi (Minyakita) Ajeng mengakui harganya masih tinggi dan melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah yakni Rp 14 ribu per liter, dan itu pun hingga saat ini sulit didapat.

"Saya jual selarang Rp 16 ribu per liter, di atas HET memang. Tapi saya gak punya piliha karena harga dari sananya udab Rp 15 ribu," jelasnya.

Sementara itu, sisten Ekonomi dan Pembangunan pada Setda Kota Cimahi Budi Raharja saat melakukan Sidak di Pasar Cimindi mengakui ada berbagai kebutuhan pokok masyarakat yang naik mendekati bulan Ramadan ini.

Sumber: