Jalan KH Tb M Falak Bogor Kembali Bisa Dilalui Pengendara

Jalan KH Tb M Falak Bogor Kembali Bisa Dilalui Pengendara

SELESAI DIPERBAIKI: Kondisi jembatan di ruas Jalan KH Tb M Falak sempat ditutup saat ini sudah dapat dilalui kendaraan, Sabtu (31/12).-Yudha Prananda / Jabar Ekspres-

RADARJABAR.ID - Jalan KH Tb. M. Falak Kota Bogor kini kembali bisa dilalui para pengendara usai perbaikan salah satu jembatan yang berada di Jalan tersebut dinyatakan selesai pada Sabtu, 31 Desember 2022.

Sebelumnya, terhitung sejak terdampak longsor sejak 11 Oktober 2022 silam, akses jembatan penghubung antara Jalan Semeru dengan Jalan Raya Loji-Gunungbatu tersebut menjadi lumpuh lantaran ditutup total.

"Sekitar dua bulan pekerjaan dan ini lebih cepat daripada yang diperkirakan. Mulai sekarang jalan ini bisa digunakan oleh warga sambil dilakukan pengawasan, sebab nanti akan ada lanjutan di titik sebelah kanan jembatan untuk mengantisipasi agar tidka terjadi longsoran kembali," ungkap Wali Kota Bogor, Bima Arya usai membuka jalan tersebut.

Dia menyampaikan, adanya peristiwa longsor itu menjadikan peringatan sekaligus pelajaran untuk semua pihak khususnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar lebih peka dalam mengantisipasi adanya bencana. 

"Sesuatu yang sudah terjadi harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa apabila ada hal-hal yang harus dikerjakan," paparnya.

"Sebaiknya betul-betul harus di antisipasi, tidak menunggu sehingga bisa menimbulkan dampak yang lebih besar," lanjut Bima Arya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Chusnul Rozaqi menambahkan pengerjaan perbaikan pada jembatan yang berada di wilayah Kecamatan Bogor Barat itu baru dimulai pertengahan November 2022. 

Perbaikan difokuskan dan dikebut pada bagian sayap jembatan yang tergerus longsor, sampai akhirnya sesuai target tahap awal, sehingga dapat kembali dibuka.

Meski begitu, dia mengaku, pengerjaan perbaikan jembatan tersebut belum selesai menyeluruh karena dari awal rencananya perbaikan jalan yang anggaranya berasal dari Bantuan Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp4,6 miliar itu dibagi menjadi dua tahap.

"Tahap berikutnya kita akan menangani titik rawan longsor di sisi jembatan dari arah Jalan Gunung Batu atau sisi kanan jembatan. Artinya setelah normal kembali jalan di akses warga, di awal tahun kita akan perbaiki di sisi sebelah kanannya," terangnya.

Dia menjelaskan, untuk tahap kedua ketika pengerjaan kembali, tidak ada penutupan jalan secara total melainkan hanya satu jalur yang memnag sedang diperbaiki.

"Penutupan jalan tidak full, hanya satu sisi yang memang akan diperbaiki, jadi jalan nanti ditutup satu jalur. Kemungkinan awal tahun Januari 2023, sekitar minggu kedua akan di mulai kembali pengerjaan tahap kedua ini," pungkasnya.

Sumber: