Imbas BBM Naik, Pedagang di Pasar Keluhkan Daya Beli Masyarakat Berkurang

Imbas BBM Naik, Pedagang di Pasar Keluhkan Daya Beli Masyarakat Berkurang

Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Tradisional Kosambi Bandung, Reni (51), pada Selasa (6/9). (Sandi Nugraha/Jabarekspres)--

BANDUNG - Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang naik berimbas pada kenaikan harga sejumlah bahan pokok, seperti cabai hingga bawang merah.

Bahkan menurut informasi yang didapat dari salah seorang pedagang sayuran di Pasar Kosambi Bandung, Reni (51) mengungkapkan, untuk bahan pokok seperti cabai merah, tanjung, keriting, hingga bawang merah mengalami kenaikan harga berkisar Rp 20.000 - Rp 30.000.

"Untuk cabai keriting sekarang Rp 90.000 dari Rp 60.000 (per kilo) sebelum ada kenaikan BBM. Cabai tanjung dari Rp 60.000 sekarang jadi Rp 80.000, cabai merah sama kaya tanjung. Kalau bawang merah tadinya Rp 40.000 sekarang jadi Rp 60.000," papar Reni saat ditemui di lapak dagangannya, Selasa (6/9).

Reni menjelaskan, penyebab kenaikan harga bahan pokok ini belum mendapat alasan yang pasti dari para produsen. Akan tetapi, naiknya beberapa bahan tersebut dibarengi dengan kenaikan BBM bersubsidi yang telah diterapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Sabtu (3/9) kemarin.

"Tapi kalau kita mah udah biasa naik turun harga. Tapi kalau sekarang baru juga turun terus begitu ada kenaikan BBM langsung naik lagi. Jadi pas ada kenaikan BBM itu besoknya langsung pada naik," sambungnya.

Sehingga imbas dari adanya kenaikan beberapa bahan pokok ini, ia mengatakan daya beli masyarakat dinilai telah berkurang.

"Yang tadinya suka beli sekilo sekarang jadi setengah kilo. Jadi kalau menurut kita sebagai pedagang berharap sih semoga cepat membaik, jangan sampai harga naik terus naik terus. Jangan kan pembeli yang repot pedagang juga sama karena kalau lihat sekarang pembeli juga pada enggak ada, pada mengurangi pembeliannya," ungkapnya.

Penghasilan para pedagang kebutuhan pokok di pasar pun menjadi menurun.

"Karena kalau sayuran mah enggak bisa distok jadi mau gak mau ngikutin aja (kenaikan harga ini)," imbuhnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) akan mengawasi kenaikan bahan pokok imbas dari naiknya Bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Ridwan Kamil mengatakan, hal ini juga akan berdampak kepada kenaikan inflasi. Sehingga semua unsur baik ekonomi maupun transportasi akan mengalami kenaikan harga.

"Kita sikapi dengan sebijak-bijaknya, kita sangat memahami alasan pemerintah pusat (menaikan harga BBM) karena subsidi diatas Rp 500 triliun untuk bayari subsidi BBM," ucap Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Senin (5/9) kemarin.

(San)

Sumber: