Gerindra dan PKB Berkoalisi, Daddy Rohanady: Dipertemukan dalam Satu 'Platfrom'

Gerindra dan PKB Berkoalisi, Daddy Rohanady: Dipertemukan dalam Satu 'Platfrom'

BERI KETERANGAN: Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Daddy Rohanady berikan keterangan kepada media beberapa waktu lalu. Daddy menilai koalisi Gerindra dan PKB dilatarbelakangi keinginan menyatukan dua kekuatan besar di Indonesia. Yakni: nasionalis dan religius--

BANDUNG - Partai Gerindra Persatuan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kini berkoalisi. Keduanya memiliki 'platfrom' yang hampir sama: nasionalis-religius, religius-nasionalis. Dibingkai dalam Kebangkitan Indonesia Raya.

Sebetulnya, wacana koalisi kedua partai ini terus menguat dalam beberapa hari terakhir. Pun diperkuat dengan isu keduanya bakal berpasangan sebagai capres dan cawapres di 2024 mendatang.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Daddy Rohanady mengatakan koalisi ini dilatarbelakangi keinginan menyatukan dua kekuatan besar di Indonesia. Yakni: nasionalis dan religius.

"Saya kira ini ada kedekatan platfrom partai. Gerindra nasional-religius. Sementara PKB berbagis religius-nasional. Jadi kita ketemu dari sisi platfrom partai," ucap Daddy kepada Jabar Ekspres, Senin (15/8).

Politis partai Gerindra Persatuan itu menjelaskan, sebelum mengadakan mendeklarasikan koalisi Kebangkitan Indonesia Raya hari, Sabtu (13/8) kemarin, kata dia, seharinya Jumat, (12/8) Gerindra menggelar Rapimnas dengan 2.500 anggota legislatif mulai dari pusat hingga kota/kabupaten.

"Berkumpul semuanya lalu kita bulatkan tekad minta pak Prabowo untuk nyamperes lagi. Dan malam nya sampai pukul 23:00WIB, beliau (Prabowo Sugianto) menjawab bersedia mencalonkan kembali," jelas Daddy.

Setelah itu, Sabtu (13/8), lanjut dia, mengadakan acara bareng PKB. Dengan deklarasi. Yang dimulai dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto menandatangani piagam kerja sama politik.

"Secara tegas Gerindra berkoalisi dengan PKB. Cuman seperti halnya di hari Rapimnas, soal calon Cawapres Gerindra menyerahkan kepada pak Prabowo. Karena bagaimana pun bapak akan berhubungan dan menggunakan wapresnya," cetus Daddy.

"Jika wapresnya Cak Imin atau siapapun dari PKB nanti kita lihat. Siapa sosok yang akan diusung oleh kawan-kawan PKB," tambahnya.

Selain itu, kata dia, koalisi ini pun sekaligus menjawab kegundahan masyarakat soal Gerindra tak lagi religius. Padahal, ucap dia, sejak Pilpres 2019 pun bekerjasama dengan partai religius lainnya. Seperti: Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Koalisi seolah-olah Gerindra meninggalkan nilai-nilai berbasis agami. Padahal tidak. Buktinya dulu dengan PKS. Sekarang kita dengan PKB yang dilahirkan dengan NU. Jadi diharapkan di tahun 2024 pak Prabowo di usung oleh suara NU," katanya.

Tak hanya itu, Gerindra dan PKB pun membuka pintu untuk partai mana pun yang ingin bergabung pada koalisi ini. "Andai besok lusa ada partai yang mau bergabung dengan koalisi, saya kira pak Prabowo dan Cak Imin sangat terbuka untuk menerima. Prinsipnya untuk kebangkitan Indosnesia Raya, untuk keadilan kesejahteraan di negeri ini," tegasnya.

Disinggung mengenai sosok Capres bakal memunculkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Sebab, kedua partai ini pernah mengusung saat di Pilwalkot Bandung dan Pilgub Jabar, dia enggan berkomentar. Menurutnya, keputusan itu merupakan hak Ketua Umum.

"Kita belum tahu, yang pasti soal cawapres itu kita partai Gerindra menyerahkan penuh kepada pak Prabowo. Jadi biasanya lastminute bapak menentukan siapa cawapresnya," pungkas Daddy.(win)

Sumber: